Kepatuhan Pajak Butuh Kepercayaan Publik, Bukan hanya Teknologi

Jum'at, 22 Mei 2026 - 14:02 WIB
loading...
Kepatuhan Pajak Butuh...
Sabar Pardamean L. Tobing dalam sidang terbuka Program Doktor Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Implementasi sistem Coretax sejak 1 Januari 2025 menjadi langkah besar dalam modernisasi perpajakan nasional berbasis digital. Namun, keberhasilan peningkatan kepatuhan Wajib Pajak dinilai tidak hanya bergantung pada teknologi, melainkan juga pada kepercayaan terhadap otoritas pajak dan efektivitas pemeriksaan.

“Teknologi perlu didukung oleh kepercayaan Wajib Pajak, kewenangan otoritas pajak yang sah dan adil, serta pemeriksaan pajak yang efektif,” ujar Sabar Pardamean L. Tobing dalam sidang terbuka Program Doktor Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti, dikutip Jumat (22/5/2026).

Baca Juga: Jelang Batas Akhir, 10,5 Juta Wajib Pajak Telah Lapor SPT di Coretax

Sabar menyampaikan pandangan tersebut saat mempertahankan disertasinya yang meneliti pengaruh administrasi pajak digital, kepercayaan Wajib Pajak, dan kewenangan otoritas terhadap kepatuhan perpajakan. Ia menilai Indonesia tengah berada dalam fase penting modernisasi sistem administrasi perpajakan melalui pengembangan Coretax oleh Direktorat Jenderal Pajak.



Menurutnya, Coretax dirancang sebagai sistem terpadu yang mengintegrasikan proses pendaftaran, penghitungan, pembayaran, hingga pelaporan pajak dalam satu platform digital. Meski demikian, keberadaan sistem digital saja belum menjamin peningkatan kepatuhan tanpa didukung ekosistem yang dipercaya masyarakat.

Baca Juga: Coretax Sering Error, Menkeu Purbaya Salahkan Anak Buah Nakal

Dalam penelitiannya, Sabar menemukan bahwa administrasi pajak digital memiliki pengaruh terbesar terhadap kepatuhan Wajib Pajak dengan koefisien 0,381. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pengaruh kewenangan otoritas pajak sebesar 0,279 dan kepercayaan Wajib Pajak sebesar 0,247.

Ia menegaskan, kualitas sistem digital menjadi pintu masuk utama dalam mendorong kepatuhan. Namun, sistem tersebut harus mudah digunakan, aman, terintegrasi, serta mampu memberikan kepastian hukum bagi Wajib Pajak.

Selain itu, efektivitas pemeriksaan pajak juga terbukti memperkuat hubungan antara digitalisasi, kepercayaan, dan kewenangan otoritas pajak terhadap kepatuhan. Pemeriksaan yang objektif dinilai tidak hanya berfungsi menegakkan hukum, tetapi juga memastikan sistem berjalan secara adil.

Temuan lain menunjukkan bahwa aspek teknologi semata tidak cukup signifikan memengaruhi kepatuhan. Faktor seperti kepastian regulasi, keamanan siber, manajemen risiko, serta pemenuhan hak dan kewajiban perpajakan justru menjadi penentu utama keberhasilan digitalisasi.

Sabar menilai, perpajakan Indonesia perlu dibangun melalui kombinasi digitalisasi, kepercayaan publik, kewenangan yang sah, serta penegakan hukum yang efektif. Ia berharap hasil riset ini dapat menjadi masukan bagi otoritas dalam memperkuat strategi kepatuhan berbasis data dan risiko.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Momentum Jakarta Fair,...
Momentum Jakarta Fair, Bapenda DKI Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Menkeu Purbaya Pastikan...
Menkeu Purbaya Pastikan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
Dongkrak PNBP, Purbaya-Bahlil...
Dongkrak PNBP, Purbaya-Bahlil Sinkronkan Kebijakan Fiskal dan Energi
Bayar PBB-P2 Lebih Awal,...
Bayar PBB-P2 Lebih Awal, Warga Jakarta Bisa Dapat Manfaat Lebih Besar
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
Rekomendasi
Guru MI di Karawang...
Guru MI di Karawang Dilatih Kuasai E-LKPD Berbasis STEM
Pelaporan Tiyo Ardianto...
Pelaporan Tiyo Ardianto ke Polisi Upaya Mengalihkan Perhatian Publik
Ronaldo Raja Gol Portugal...
Ronaldo Raja Gol Portugal di Piala Dunia
Berita Terkini
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Hukum yang Menyita Perhatian Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved