Kurs Rupiah Hari Ini Balik Terkapar ke Rp17.716 per Dolar AS, Investor Masih Ragu?
Jum'at, 22 Mei 2026 - 18:45 WIB
loading...
A
A
A
S&P mengindikasikan adanya potensi penurunan peringkat utang Indonesia akibat risiko pelebaran defisit fiskal. Selain itu, target pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,8% hingga 6% dinilai pelaku pasar terlalu optimistis di tengah situasi global yang bergejolak.
Ibrahim juga menyoroti kekhawatiran pasar terhadap pengelolaan komoditas satu pintu melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang dinilai berisiko memicu monopoli, sehingga memicu derasnya arus modal asing keluar (capital outflow).
Dampaknya, bauran jurus intervensi dari Bank Indonesia maupun operasi pasar Surat Berharga Negara (SBN) oleh Menteri Keuangan belum mampu membalikkan arah kemerosotan Rupiah.
"Nah ini yang secara eksternal. Nah secara internal pun juga pidato presiden kemarin di DPR ini pun juga direview oleh pemerintah internasional salah satunya S&P Global yang kemungkinan besar akan menurunkan peringkat rating hutang Indonesia,” ujarnya.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan depan dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.680-Rp17.800 per dolar AS.
Ibrahim juga menyoroti kekhawatiran pasar terhadap pengelolaan komoditas satu pintu melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang dinilai berisiko memicu monopoli, sehingga memicu derasnya arus modal asing keluar (capital outflow).
Dampaknya, bauran jurus intervensi dari Bank Indonesia maupun operasi pasar Surat Berharga Negara (SBN) oleh Menteri Keuangan belum mampu membalikkan arah kemerosotan Rupiah.
"Nah ini yang secara eksternal. Nah secara internal pun juga pidato presiden kemarin di DPR ini pun juga direview oleh pemerintah internasional salah satunya S&P Global yang kemungkinan besar akan menurunkan peringkat rating hutang Indonesia,” ujarnya.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan depan dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.680-Rp17.800 per dolar AS.
(akr)
Lihat Juga :