The Fed Punya Bos Baru! Sinyal Kenaikan Suku Bunga Bikin Pasar Global Ketar-ketir
Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:13 WIB
loading...
A
A
A
Data terbaru menunjukkan tanda-tanda bahaya yakni Inflasi Konsumen (CPI) AS melonjak ke angka 3,8% pada April, naik tajam dari 3,3% di bulan Maret. Sektor energi menyumbang 40% dari total kenaikan ini.
Harga grosir (Wholesale Prices) melesat hingga 6% pada April, membuktikan bahwa produsen mulai babak belur menghadapi biaya input yang mahal dan mulai membebankannya kepada konsumen.
Kini, mayoritas pejabat The Fed mulai kehilangan kesabaran. Presiden Fed Boston, Susan Collins, menyatakan bahwa bank sentral harus mempertahankan kebijakan moneter ketat ini lebih lama. "Lebih dari lima tahun inflasi berada di atas target membuat kesabaran saya habis untuk mengabaikan guncangan pasokan (supply shock) ini," tegasnya.
Berdasarkan data CME FedWatch, para pelaku pasar kini melihat adanya peluang sebesar 57% bahwa The Fed justru akan menaikkan suku bunga setidaknya satu kali sebelum Desember nanti. Skenario ini tentu menjadi kabar buruk bagi pasar saham global dan nilai tukar mata uang negara berkembang yang sensitif terhadap pergerakan Greenback.
Harga grosir (Wholesale Prices) melesat hingga 6% pada April, membuktikan bahwa produsen mulai babak belur menghadapi biaya input yang mahal dan mulai membebankannya kepada konsumen.
Prediksi Pasar: Suku Bunga Justru Berpotensi Naik!
Di masa lalu, Warsh dikenal cukup optimistis bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) akan mendongkrak produktivitas dan secara alami menurunkan inflasi. Namun, teori itu runtuh di hadapan perang fisik yang memutus pasokan energi global.Kini, mayoritas pejabat The Fed mulai kehilangan kesabaran. Presiden Fed Boston, Susan Collins, menyatakan bahwa bank sentral harus mempertahankan kebijakan moneter ketat ini lebih lama. "Lebih dari lima tahun inflasi berada di atas target membuat kesabaran saya habis untuk mengabaikan guncangan pasokan (supply shock) ini," tegasnya.
Berdasarkan data CME FedWatch, para pelaku pasar kini melihat adanya peluang sebesar 57% bahwa The Fed justru akan menaikkan suku bunga setidaknya satu kali sebelum Desember nanti. Skenario ini tentu menjadi kabar buruk bagi pasar saham global dan nilai tukar mata uang negara berkembang yang sensitif terhadap pergerakan Greenback.
(akr)
Lihat Juga :