Penasihat UEA Blak-blakan Hengkang dari OPEC: Masa Kejayaan Minyak Mulai Berakhir

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:09 WIB
loading...
Penasihat UEA Blak-blakan...
Uni Emirat Arab (UEA) mengungkapkan alasan memutuskan keluar dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). FOTO/Oil&Gas Middle East
A A A
ABU DHABI - Uni Emirat Arab (UEA) memutuskan keluar dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk mengoptimalkan nilai cadangan minyaknya di tengah percepatan transisi energi global. Langkah ini mencerminkan pandangan bahwa era dominasi bahan bakar minyak mulai berakhir.

"Kita melihat bahwa kita mendekati semacam musim gugur dalam era hidrokarbon. Jika mampu memproduksi lebih banyak, masuk akal untuk melakukannya sekarang daripada meninggalkan minyak di dalam perut bumi saat nilainya menurun," ujar Anwar Gargash dikutip dari Market Screener, Minggu (24/5/2026).

Baca Juga: ADNOC Siapkan Investasi Rp953 Triliun Pascakeluarnya UEA dari OPEC

Keputusan keluar dari OPEC telah direncanakan selama sekitar tiga tahun dan resmi berlaku pada 1 Mei, setelah sebelumnya diumumkan pada 28 April. Dengan demikian, UEA mengakhiri keanggotaannya yang telah berlangsung sejak 1967.

Sebagai produsen minyak terbesar ketiga di dalam OPEC setelah Arab Saudi dan Irak, keluarnya UEA diperkirakan memangkas kapasitas produksi kelompok tersebut sekitar 12 hingga 15 persen. Langkah ini sekaligus menandai perubahan signifikan dalam dinamika industri energi global.



Pemerintah UEA menyatakan kebijakan tersebut merupakan hasil evaluasi strategi produksi nasional dalam jangka panjang. Menteri Energi Suhail Mohamed al-Mazrouei sebelumnya menyebut keputusan itu juga didorong oleh kebutuhan untuk memenuhi permintaan energi global yang terus meningkat.

Dengan tidak lagi terikat kuota produksi OPEC, UEA berencana meningkatkan output minyak secara bertahap hingga mencapai kapasitas sekitar 4,8 juta barel per hari. Fleksibilitas ini dinilai akan memberi ruang lebih luas untuk memaksimalkan pendapatan sektor energi.

Baca Juga: Awas Perang Pecah Lagi, Iran Tutup Wilayah Udara saat AS Mobilisasi Pesawat Pengebom B-2

Langkah UEA juga terjadi di tengah dinamika geopolitik kawasan Teluk, termasuk ketegangan dengan Iran yang berdampak pada jalur distribusi energi melalui Selat Hormuz. Selain itu, perbedaan kepentingan terkait kuota produksi selama ini menjadi salah satu sumber friksi antara UEA dan OPEC.

Lembaga pemeringkat Fitch Ratings menilai keputusan tersebut tidak berdampak langsung terhadap indikator ekonomi dalam jangka pendek, namun berpotensi meningkatkan pendapatan minyak dalam jangka panjang. Ke depan, langkah UEA dinilai sebagai sinyal bahwa negara produsen mulai menyesuaikan strategi menghadapi era pasca-hidrokarbon, meski dampaknya terhadap stabilitas pasar minyak global masih akan terus dipantau.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Rekomendasi
Truk Tabrak Motor di...
Truk Tabrak Motor di Bekasi Timur: 1 Orang Tewas, 5 Luka-luka
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Roy Suryo Dimulai, Hakim Ungkap Jadwal Setiap Persidangan
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter hingga 2 Juli 2026
Berita Terkini
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved