ADNOC Siapkan Investasi Rp953 Triliun Pascakeluarnya UEA dari OPEC

Senin, 04 Mei 2026 - 09:34 WIB
loading...
ADNOC Siapkan Investasi...
Matahari terbit di atas gedung kantor pusat Abu Dhabi National Oil Co. yang menjulang tinggi di cakrawala Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 7 November 2016. FOTO/AP
A A A
ABU DHABI - Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) mengonfirmasi rencana pemberian kontrak proyek hulu dan hilir senilai USD55 miliar atau setara Rp953 triliun untuk periode 2026 hingga 2028. Langkah tersebut merupakan bagian dari peta jalan strategis Uni Emirat Arab (UEA) dalam memacu kapasitas produksi nasional tepat setelah negara tersebut resmi keluar dari keanggotaan OPEC pada 1 Mei 2026.

"ADNOC kini memasuki fase eksekusi yang menentukan dalam strateginya, didorong oleh skala besar, kecepatan, dan fokus tajam pada pengiriman hasil,” ujar Menteri Industri dan Teknologi Maju UEA sekaligus Direktur Utama dan CEO Grup ADNOC, Dr. Sultan Ahmed Al Jaber, pada forum Make it With ADNOC di Abu Dhabi, dikutip dari Urdu Point, Senin (4/5/2026).

Baca Juga: Hancurkan Dominasi Arab Saudi! Ini Alasan Tersembunyi UEA Keluar dari OPEC

Pengumuman investasi besar-besaran ini merupakan bagian pertama dari rencana belanja modal lima tahun yang telah disetujui dewan direksi perusahaan tahun lalu. Melalui suntikan dana tersebut, ADNOC menargetkan peningkatan kapasitas produksi menjadi 5 juta barel per hari pada tahun 2027, naik signifikan dari angka produksi saat ini yang berada di kisaran 3,4 juta barel per hari.



Al Jaber menjelaskan investasi tersebut memiliki tujuan ganda, yakni memenuhi lonjakan permintaan energi global sekaligus memperkuat basis industri nasional di Uni Emirat Arab. Ia mengundang mitra global yang mampu mengimbangi ambisi UEA, terutama bagi perusahaan yang mengedepankan keandalan eksekusi serta fokus pada penciptaan nilai tambah bagi ekonomi lokal di wilayah tersebut.

Secara geopolitik, langkah ini menandai era baru bagi Abu Dhabi setelah mengakhiri hampir enam dekade masa keanggotaannya di OPEC dan aliansi OPEC+. Pemerintah UEA menyatakan bahwa keputusan keluar dari kartel minyak tersebut diambil setelah melakukan tinjauan komprehensif terhadap kebijakan produksi guna memastikan fleksibilitas dalam meningkatkan output secara mandiri demi kepentingan nasional.

Baca Juga: AS Coba Jebol 'Benteng' Iran di Selat Hormuz, Kerahkan Lebih dari 100 Pesawat dan Kapal Perang

Keluarnya UEA menjadikan negara tersebut sebagai produsen minyak terbesar dalam sejarah yang pernah meninggalkan blok tersebut, sekaligus menjadi negara Timur Tengah pertama yang keluar sejak Qatar pada 2019. Dengan terlepas dari kuota produksi yang selama ini ditetapkan OPEC, UEA kini memiliki ruang gerak lebih luas untuk mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya migasnya.

Selain memperkuat operasional di dalam negeri, ADNOC juga tengah memperluas jejak internasionalnya dengan merambah bisnis gas alam di Amerika Serikat. Melalui unit investasi luar negeri XRG, perusahaan dilaporkan sedang meninjau 29 potensi kesepakatan bisnis di AS setelah sebelumnya telah menginvestasikan lebih dari 85 miliar dolar AS melalui berbagai entitas strategisnya.

Optimisme ekspansi ini juga diselaraskan dengan agenda nasional Make it in the Emirates 2026 yang akan berlangsung di Abu Dhabi. Forum ini diproyeksikan menjadi platform industri utama bagi UEA untuk menarik kontraktor EPC dan produsen lokal guna mendukung target-target besar dalam peta jalan energi pasca-OPEC.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Rekomendasi
5 Kemenangan Terbesar...
5 Kemenangan Terbesar Spanyol di Piala Dunia: Arab Saudi Ikut Jadi Korban
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Belgia Dipaksa Bermain Imbang Lawan Iran
Oceanman Bali 2026 Sukses...
Oceanman Bali 2026 Sukses Hadirkan Sport Tourism Kelas Dunia
Berita Terkini
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved