Perusahaan Hadapi Tantangan Kepatuhan Baru di Era AI dan Transformasi Digital
Minggu, 24 Mei 2026 - 20:31 WIB
loading...
A
A
A
Dalam rangkaian acara IRCA yang berlangsung di Jakarta, Jumat (22/5) lalu, dirinya menyoroti bahwa ketidakpastian geopolitik global, fragmentasi rantai pasok, perlambatan ekonomi dunia, percepatan transformasi digital dan Artificial Intelligence (AI), hingga meningkatnya tuntutan terhadap Environmental, Social, and Governance (ESG) transparansi, perlindungan data, dan tata kelola perusahaan telah menghadirkan tantangan regulasi yang semakin kompleks bagi dunia usaha.
Di tengah dinamika tersebut, Arkka melihat kesadaran perusahaan terhadap pentingnya budaya kepatuhan terus meningkat. Hal itu tercermin dari jumlah partisipasi IRCA 2026 yang mencapai lebih dari 130 perusahaan dari berbagai sektor industri. "Tingginya partisipasi ini menunjukkan bahwa budaya kepatuhan di Indonesia semakin berkembang menjadi bagian penting dari strategi perusahaan," katanya.
Selain menghadirkan ajang penghargaan, IRCA 2026 juga diperluas menjadi forum strategis yang lebih komprehensif melalui penyelenggaraan Regulatory Compliance Summit dan Regulatory Compliance Breakout Sessions. Kedua forum tersebut menjadi rangkaian yang menyajikan diskusi seputar perkembangan regulasi, tata kelola perusahaan, manajemen risiko, ESG, perlindungan data, hingga tantangan kepatuhan lintas yurisdiksi.
Perwakilan Dewan Juri IRCA 2026 Natalia Soebagjo menilai, terdapat perkembangan positif dalam praktik kepatuhan perusahaan di Indonesia. Menurut dia, semakin banyak perusahaan mulai memandang kepatuhan sebagai bagian integral dari keberlanjutan bisnis, lebih dari pemenuhan kewajiban formal. "Sebagai Dewan Juri, kami tidak hanya melihat dokumen atau prosedur, tetapi bagaimana budaya kepatuhan benar-benar dijalankan dalam praktik sehari-hari.
Di tengah dinamika tersebut, Arkka melihat kesadaran perusahaan terhadap pentingnya budaya kepatuhan terus meningkat. Hal itu tercermin dari jumlah partisipasi IRCA 2026 yang mencapai lebih dari 130 perusahaan dari berbagai sektor industri. "Tingginya partisipasi ini menunjukkan bahwa budaya kepatuhan di Indonesia semakin berkembang menjadi bagian penting dari strategi perusahaan," katanya.
Selain menghadirkan ajang penghargaan, IRCA 2026 juga diperluas menjadi forum strategis yang lebih komprehensif melalui penyelenggaraan Regulatory Compliance Summit dan Regulatory Compliance Breakout Sessions. Kedua forum tersebut menjadi rangkaian yang menyajikan diskusi seputar perkembangan regulasi, tata kelola perusahaan, manajemen risiko, ESG, perlindungan data, hingga tantangan kepatuhan lintas yurisdiksi.
Perwakilan Dewan Juri IRCA 2026 Natalia Soebagjo menilai, terdapat perkembangan positif dalam praktik kepatuhan perusahaan di Indonesia. Menurut dia, semakin banyak perusahaan mulai memandang kepatuhan sebagai bagian integral dari keberlanjutan bisnis, lebih dari pemenuhan kewajiban formal. "Sebagai Dewan Juri, kami tidak hanya melihat dokumen atau prosedur, tetapi bagaimana budaya kepatuhan benar-benar dijalankan dalam praktik sehari-hari.
Lihat Juga :