IHSG Sempat Anjlok Parah ke Level Terendah, Pekan Ini Berpeluang Cetak Rebound Terbatas
Senin, 25 Mei 2026 - 08:32 WIB
loading...
A
A
A
Proyeksi Pekan Ini
Berbicara tentang potensi pergerakan market pada sepekan kedepan (25-29 Mei 2026) yang hanya akan berlangsung selama 3 hari perdagangan karena ada libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Adha (27-28 Mei 2026), secara teknikal IHSG masih bergerak jauh di bawah SMA-50 di area 7.166 yang mengindikasikan tren pelemahan jangka menengah masih dominan.
"Momentum indeks juga masih relatif lemah tercermin dari indikator MACD yang bertahan di area negatif dan belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang kuat, sehingga penguatan yang terjadi sejauh ini masih dinilai sebagai rebound teknikal dan belum mengonfirmasi perubahan tren utama," tuturnya.
Ia menambahkan meski IHSG berhasil menguat 1,10% pada perdagangan Jumat, potensi pemulihan indeks diperkirakan masih dibayangi volatilitas tinggi menjelang effective date rebalancing MSCI pada 29 Mei 2026, terutama pada saham-saham big caps yang masih berpotensi mengalami tekanan jual.
Selain itu, pasar juga diperkirakan tetap sensitif terhadap perkembangan implementasi kebijakan ekspor satu pintu melalui Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Dalam jangka pendek, IHSG diperkirakan bergerak sideways dengan volatilitas tinggi pada rentang support 5.996–5.899 dan resistance 6.318–6.459.
Area 5.899 menjadi level penting untuk menjaga peluang rebound jangka pendek, sementara pergerakan di atas 6.318 berpotensi membuka ruang penguatan lanjutan. Meski demikian, tekanan jual diperkirakan mulai mereda setelah periode rebalancing berakhir, sehingga membuka peluang bagi IHSG untuk bergerak lebih stabil secara bertahap, terutama apabila Rupiah tetap terjaga dan sentimen global membaik seiring perkembangan negosiasi AS–Iran yang berpotensi menurunkan tekanan pada harga energi dan yield US Treasury.
Berbicara tentang potensi pergerakan market pada sepekan kedepan (25-29 Mei 2026) yang hanya akan berlangsung selama 3 hari perdagangan karena ada libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Adha (27-28 Mei 2026), secara teknikal IHSG masih bergerak jauh di bawah SMA-50 di area 7.166 yang mengindikasikan tren pelemahan jangka menengah masih dominan.
"Momentum indeks juga masih relatif lemah tercermin dari indikator MACD yang bertahan di area negatif dan belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang kuat, sehingga penguatan yang terjadi sejauh ini masih dinilai sebagai rebound teknikal dan belum mengonfirmasi perubahan tren utama," tuturnya.
Ia menambahkan meski IHSG berhasil menguat 1,10% pada perdagangan Jumat, potensi pemulihan indeks diperkirakan masih dibayangi volatilitas tinggi menjelang effective date rebalancing MSCI pada 29 Mei 2026, terutama pada saham-saham big caps yang masih berpotensi mengalami tekanan jual.
Selain itu, pasar juga diperkirakan tetap sensitif terhadap perkembangan implementasi kebijakan ekspor satu pintu melalui Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Dalam jangka pendek, IHSG diperkirakan bergerak sideways dengan volatilitas tinggi pada rentang support 5.996–5.899 dan resistance 6.318–6.459.
Area 5.899 menjadi level penting untuk menjaga peluang rebound jangka pendek, sementara pergerakan di atas 6.318 berpotensi membuka ruang penguatan lanjutan. Meski demikian, tekanan jual diperkirakan mulai mereda setelah periode rebalancing berakhir, sehingga membuka peluang bagi IHSG untuk bergerak lebih stabil secara bertahap, terutama apabila Rupiah tetap terjaga dan sentimen global membaik seiring perkembangan negosiasi AS–Iran yang berpotensi menurunkan tekanan pada harga energi dan yield US Treasury.
(akr)
Lihat Juga :