IHSG Sempat Anjlok Parah ke Level Terendah, Pekan Ini Berpeluang Cetak Rebound Terbatas

Senin, 25 Mei 2026 - 08:32 WIB
loading...
A A A
Sentimen pasar global sempat tertekan akibat kekhawatiran eskalasi konflik antara AS dan Iran yang berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia lewat Selat Hormuz. Ketakutan akan lonjakan inflasi energi ini sempat mendorong kenaikan yield US Treasury dan memperkuat ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi (higher for longer) oleh The Fed.

“Kondisi pasar mulai membaik di akhir pekan setelah muncul laporan tercapainya draft final perjanjian damai AS-Iran melalui mediasi Pakistan yang diperkuat oleh pernyataan optimistis dari Donald Trump. Sentimen positif ini langsung membuat harga minyak dunia serta yield US Treasury tenor panjang berbalik turun, sehingga memicu rebound pada Wall Street,” tandasnya.

Baca Juga: IHSG Sepekan Ambruk 8,35%, Kapitalisasi Pasar Merosot Tajam ke Rp10.635 Triliun

Meski Wall Street membaik, pasar global tetap berhati-hati karena risalah Federal Reserve menunjukkan para pejabat masih membuka ruang kenaikan suku bunga jika inflasi kembali naik. Di sisi lain, data ekonomi AS yang solid menunjukkan resiliensi ekonomi, meskipun hal tersebut sekaligus membatasi ruang penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

Sektor teknologi global juga mulai mengalami rotasi terbatas akibat kekhawatiran investor terhadap valuasi sektor AI yang sudah relatif premium, meski kinerja Nvidia tercatat solid. Secara keseluruhan, pasar global saat ini berada dalam fase wait and see menunggu kepastian negosiasi AS-Iran serta dinamika harga minyak dunia.

Beralih ke pasar domestik, IHSG pada periode 25–29 Mei 2026 diperkirakan bergerak volatil, namun berpeluang mengalami technical rebound terbatas. Aktivitas perdagangan pekan ini diprediksi akan lebih sensitif dan berfluktuasi tajam karena pasar hanya beroperasi selama tiga hari akibat adanya libur nasional.

“Perhatian investor domestik masih tertuju pada kepastian implementasi kebijakan ekspor satu pintu komoditas strategis melalui Danantara yang tetap efektif mulai 1 Juni 2026. Kepastian ini menyisakan volatilitas pada saham-saham energi dan bahan baku seiring langkah investor dalam menilai dampaknya terhadap struktur distribusi ekspor nasional.”

Namun, sentimen domestik terbantu oleh hasil review FTSE Russell yang relatif konstruktif dan meredakan kekhawatiran pasar akan adanya outflow besar. Selain itu, kebijakan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan mulai berdampak positif pada stabilisasi nilai tukar Rupiah, meskipun penguatannya masih dibatasi oleh keperkasaan dolar AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
IHSG Berakhir Merayap...
IHSG Berakhir Merayap Naik ke 6.177 Diwarnai Lompatan 353 Saham
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Bursa Siang Ini Merah,...
Bursa Siang Ini Merah, Ditutup Melemah 0,73% ke 6.127
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Rekomendasi
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Indonesia Perkuat Regenerasi...
Indonesia Perkuat Regenerasi Atlet demi Kuasai Panggung MMA Asia
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Rupiah Jeblok ke Level...
Rupiah Jeblok ke Level Terendah Sejak Krisis 1998
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved