SRC Perkuat Pemberdayaan UMKM, Dorong Omzet Toko Kelontong
Kamis, 28 Mei 2026 - 18:20 WIB
loading...
SRC menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diikuti sekitar 500 pemilik toko di wilayah Jabodetabek. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Sampoerna Retail Community (SRC) terus memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai program pendampingan dan peningkatan kesejahteraan pelaku usaha. Upaya ini difokuskan pada pengembangan kapasitas pemilik toko kelontong agar mampu tumbuh berkelanjutan di tengah perubahan ekonomi.
"Kami atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengucapkan terima kasih atas kepedulian SRC kepada masyarakat melalui kegiatan ini," kata Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto dalam keterangan tertulis, Kamis (28/5/2026).
Baca Juga: Inovasi Jadi Kunci 18 Tahun SRCIS Bina UMKM Tembus Omzet Rp251 Triliun
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, SRC menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diikuti sekitar 500 pemilik toko di wilayah Jabodetabek. Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat, antara lain anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurnia dan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati.
Indah Kurnia menekankan pentingnya kesehatan sebagai fondasi produktivitas pelaku UMKM, terutama bagi perempuan yang memiliki peran strategis dalam menopang ekonomi keluarga dan nasional.
Sementara itu, Presiden Direktur HM Sampoerna Ivan Cahyadi menyatakan perayaan 18 tahun SRC menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam mendampingi UMKM agar naik kelas dan berdaya saing.
Sejak dimulai pada 2008 dengan 57 toko, SRC kini telah berkembang menjadi lebih dari 250.000 toko yang didukung 6.300 mitra serta terhubung dalam 10.000 paguyuban di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Sampoerna dan Philip Morris Pacu Inovasi Produk Tembakau Bebas Asap dengan Investasi Rp5,3 Triliun
Berdasarkan riset Kompas Gramedia 2026, total omzet ekosistem SRC mencapai Rp251 triliun per tahun atau setara 9,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) ritel nasional 2025. Selain itu, omzet toko meningkat 42% setelah bergabung dengan SRC dan tumbuh 27,5% dalam tiga tahun terakhir.
Transformasi digital turut menjadi pendorong utama, dengan 98,8% toko SRC telah terdigitalisasi dan 46% di antaranya memperluas lini usaha ke produk digital serta layanan pembayaran.
Di tingkat komunitas, program Pojok Lokal juga memperkuat distribusi produk UMKM dengan pertumbuhan omzet mencapai 128%, dari Rp5,65 triliun pada 2023 menjadi Rp12,9 triliun pada 2026.
Ivan menegaskan, pemberdayaan UMKM tidak hanya berfokus pada bisnis, tetapi juga kesejahteraan pelaku usaha melalui kolaborasi lintas sektor agar tercipta ekosistem yang berkelanjutan dan mendukung kemandirian ekonomi nasional.
"Kami atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengucapkan terima kasih atas kepedulian SRC kepada masyarakat melalui kegiatan ini," kata Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto dalam keterangan tertulis, Kamis (28/5/2026).
Baca Juga: Inovasi Jadi Kunci 18 Tahun SRCIS Bina UMKM Tembus Omzet Rp251 Triliun
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, SRC menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diikuti sekitar 500 pemilik toko di wilayah Jabodetabek. Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat, antara lain anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurnia dan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati.
Indah Kurnia menekankan pentingnya kesehatan sebagai fondasi produktivitas pelaku UMKM, terutama bagi perempuan yang memiliki peran strategis dalam menopang ekonomi keluarga dan nasional.
Sementara itu, Presiden Direktur HM Sampoerna Ivan Cahyadi menyatakan perayaan 18 tahun SRC menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam mendampingi UMKM agar naik kelas dan berdaya saing.
Sejak dimulai pada 2008 dengan 57 toko, SRC kini telah berkembang menjadi lebih dari 250.000 toko yang didukung 6.300 mitra serta terhubung dalam 10.000 paguyuban di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Sampoerna dan Philip Morris Pacu Inovasi Produk Tembakau Bebas Asap dengan Investasi Rp5,3 Triliun
Berdasarkan riset Kompas Gramedia 2026, total omzet ekosistem SRC mencapai Rp251 triliun per tahun atau setara 9,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) ritel nasional 2025. Selain itu, omzet toko meningkat 42% setelah bergabung dengan SRC dan tumbuh 27,5% dalam tiga tahun terakhir.
Transformasi digital turut menjadi pendorong utama, dengan 98,8% toko SRC telah terdigitalisasi dan 46% di antaranya memperluas lini usaha ke produk digital serta layanan pembayaran.
Di tingkat komunitas, program Pojok Lokal juga memperkuat distribusi produk UMKM dengan pertumbuhan omzet mencapai 128%, dari Rp5,65 triliun pada 2023 menjadi Rp12,9 triliun pada 2026.
Ivan menegaskan, pemberdayaan UMKM tidak hanya berfokus pada bisnis, tetapi juga kesejahteraan pelaku usaha melalui kolaborasi lintas sektor agar tercipta ekosistem yang berkelanjutan dan mendukung kemandirian ekonomi nasional.
(nng)
Lihat Juga :