Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi

Senin, 01 Juni 2026 - 08:35 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Mengulik Biang Kerok Terkaparnya Rupiah Lawan Dolar Singapura ke Rp14.000, Sesuai Ramalan?

Selain faktor domestik, Purbaya juga menyoroti potensi membaiknya kondisi global dalam beberapa bulan ke depan. Ia menilai perkembangan geopolitik yang lebih kondusif berpotensi mengurangi tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

"Dan saya percaya dalam dua atau tiga bulan ke depan situasinya akan jauh lebih baik daripada sekarang, yang berarti gangguan yang sampai batas tertentu melemahkan rupiah juga akan hilang, sehingga itu berarti pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan juga rupiah yang lebih kuat," lanjut Purbaya.

Untuk menjaga stabilitas sektor keuangan dalam jangka pendek, pemerintah terus berkoordinasi dengan bank sentral guna menjaga pasar keuangan tetap kondusif. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendukung stabilitas pasar obligasi agar kenaikan imbal hasil (yield) tidak terlalu tajam.

Menurut Purbaya, langkah tersebut bertujuan mengurangi risiko kerugian modal (capital loss) bagi investor asing yang memegang obligasi domestik sehingga dapat membantu menjaga arus modal tetap berada di dalam negeri.

"Jadi pada dasarnya, kami membangun koordinasi yang erat dengan Bank Sentral untuk memastikan kondisi sektor keuangan tetap kuat dan stabil. Dan dengan kerja sama yang baik, saya percaya pada akhirnya kita akan dapat memulihkan kepercayaan terhadap rupiah," tutupnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.000 Triliun, Purbaya: Masih Aman
Soal Hapus Pajak JHT,...
Soal Hapus Pajak JHT, Purbaya Masih Tunggu Data BPJS Ketenagakerjaan
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat
Mega Korupsi Penegak...
Mega Korupsi Penegak Hukum Merusak Ekonomi Negara
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Rekomendasi
Kemendes-Asosiasi Desa...
Kemendes-Asosiasi Desa Gelar Seminar, Mendes Yandri: KDKMP Tak Akan Mematikan UMKM
Imparsial Desak Prabowo...
Imparsial Desak Prabowo Cabut Perpres Pengamanan Jaksa oleh TNI
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
Berita Terkini
Era Coretax Didorong...
Era Coretax Didorong Jadi Momentum Reformasi Pemotongan Pajak Penghasilan
IHSG Terus Berlari ke...
IHSG Terus Berlari ke Level 6.108 hingga Akhir Sesi, Transaksi Bursa Cetak Rp13,2 Triliun
Investasi Rp1.010 Triliun...
Investasi Rp1.010 Triliun Mengalir ke RI Sepanjang 6 Bulan Pertama 2026, Cek Peta Penyebarannya
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk,...
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk, ASDP Siap Perkuat Kapasitas Layanan
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
Groundbreaking Blok...
Groundbreaking Blok Masela, Prabowo: Kita Menunggu 3 Dekade
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved