Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia

Selasa, 02 Juni 2026 - 07:57 WIB
loading...
Daftar Negara dengan...
Logam tanah jarang (rare earth) kini menjadi komoditas paling strategis menggerakkan roda industri teknologi tinggi. FOTO/Stars Insider
A A A
JAKARTA - Logam tanah jarang (rare earth) kini menjadi komoditas paling strategis yang menggerakkan roda industri teknologi tinggi, pertahanan nasional, hingga proyek transisi energi hijau. Kendati elemen ini tersebar di seluruh kerak bumi, konsentrasi alaminya sangat jarang ditemukan dalam jumlah besar yang ekonomis untuk di tambang, sehingga memicu perebutan pengaruh ekonomi dan geopolitik antarnegara pemilik cadangan terbesar dunia.

Dikutip dari Stars Insider pada Selasa (2/6), logam tanah jarang merupakan mesin tersembunyi bagi dunia modern karena karakteristik magnetik dan konduktif uniknya yang tidak tergantikan untuk memproduksi gawai pintar, baterai kendaraan listrik, turbin angin, hingga jet tempur canggih.

Baca Juga: Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?

China kokoh berdiri di posisi pertama sebagai penguasa yang belum tertandingi di sektor ini. Tiongkok diperkirakan menguasai cadangan sekitar 44 juta metrik ton di dalam tanah, yang mencakup hampir separuh dari seluruh total pasokan logam tanah jarang dunia.

Mengekor di posisi kedua, Brasil mencatatkan sebagai raksasa baru dengan potensi cadangan mencapai 21 juta metrik ton. Melalui pengoperasian komersial di deposit Pela Ema, negara bagian Goiás, Brasil menargetkan produksi tahunan hingga 5.000 metrik ton oksida tanah jarang pada tahun 2026 sekaligus menjadi salah satu wilayah di luar China yang mampu memproduksi empat mineral magnetik paling kritis.



Sementara itu, India menempati peringkat ketiga global dengan total cadangan diperkirakan mencapai 6,9 juta metrik ton yang sebagian besar terkandung dalam deposit pasir mineral. Guna mengurangi ketergantungan impor magnet elemen tanah jarang yang mencapai 53.000 metrik ton, Pemerintah India kini gencar memacu riset domestik untuk mengoptimalkan metode ekstraksi dan pemurnian mandiri.

Pada posisi keempat dan kelima, Australia dan Rusia bersaing ketat dalam mengamankan rantai pasok global. Australia memegang cadangan sebesar 5,7 juta metrik ton dengan emiten lokal seperti Lynas Rare Earths dan Hastings Technology Metals yang agresif membuka tambang baru, sedangkan Rusia yang memiliki cadangan 3,8 juta metrik ton, dan sedang menginvestasikan dana sebesar USD1,5 miliar untuk memodernisasi teknologi pemrosesan mereka.

Baca Juga: Daftar Negara dengan Konsumsi Listrik Terbesar Dunia, Indonesia Masuk Daftar

Potensi menjanjikan juga dimiliki oleh Vietnam dengan cadangan 3,5 juta metrik ton dan Amerika Serikat (AS) dengan 1,9 juta metrik ton. AS bahkan terus bergerak aktif memulihkan rantai pasok dalam negerinya melalui tambang Mountain Pass di California serta mendanai inovasi ekstraksi mineral dari limbah batu bara guna menekan ketergantungan pada pemasok asing.

Melengkapi daftar 10 besar pemilik cadangan tanah jarang dunia, Greenland memiliki cadangan 1,5 juta metrik ton, Tanzania 890.000 metrik ton, dan Afrika Selatan 860.000 metrik ton. Ketiga wilayah ini terus menarik perhatian investor global berkat proyek-proyek masa depan seperti penambangan deposit Ngualla di Tanzania serta pemulihan mineral dari tempat pembuangan limbah (waste dumps) di Phalaborwa, Afrika Selatan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Rekomendasi
Beasiswa LPDP 2026:...
Beasiswa LPDP 2026: Cara Memilih Perguruan Tinggi di Luar Daftar Tujuan LPDP
Cinta Laura Biayai Sekolah...
Cinta Laura Biayai Sekolah Asisten hingga Lulus SMA, Alasannya Bikin Haru
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi, Semburkan Kolom Abu 1.000 Meter
Berita Terkini
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
Kilau Emas Kembali Lagi...
Kilau Emas Kembali Lagi usai Menguat Rp8 Ribu, Buyback Naik Rp16.000 per Gram
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut: Antrean BBM di SPBU Mulai Terurai
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
Dari Medan hingga Jakarta,...
Dari Medan hingga Jakarta, Keseruan Nobar Piala Dunia 2026 Bersama BRI Satukan Kita!
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved