BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
Selasa, 02 Juni 2026 - 13:07 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan penggunaannya, impor bahan baku dan penolong masih mendominasi dengan nilai USD61,82 miliar atau tumbuh 11,67 persen. Diikuti impor barang modal sebesar USD17,11 miliar naik 19,02 persen dan barang konsumsi USD7,58 miliar naik 15,68 persen.
Baca Juga: 3 Negara Penyumbang Terbesar Surplus Neraca Dagang RI, Januari 2026 Sentuh USD0,95 Miliar
Dari negara asal, Tiongkok menjadi pemasok utama impor nonmigas Indonesia dengan nilai USD30,79 miliar atau 41,84 persen. Posisi berikutnya ditempati Jepang sebesar USD4,15 miliar atau 5,64 persen dan Australia USD4,15 miliar atau 5,64 persen, dengan total kontribusi ketiganya mencapai 53,12 persen.
Surplus perdagangan nonmigas selama periode Januari-April 2026 terutama disumbang oleh komoditas unggulan seperti lemak dan minyak hewan atau nabati sebesar USD11,71 miliar, bahan bakar mineral USD8,34 miliar, besi dan baja USD5,71 miliar, nikel dan turunannya USD4,26 miliar, serta alas kaki senilai USD2,14 miliar.
Baca Juga: 3 Negara Penyumbang Terbesar Surplus Neraca Dagang RI, Januari 2026 Sentuh USD0,95 Miliar
Dari negara asal, Tiongkok menjadi pemasok utama impor nonmigas Indonesia dengan nilai USD30,79 miliar atau 41,84 persen. Posisi berikutnya ditempati Jepang sebesar USD4,15 miliar atau 5,64 persen dan Australia USD4,15 miliar atau 5,64 persen, dengan total kontribusi ketiganya mencapai 53,12 persen.
Surplus perdagangan nonmigas selama periode Januari-April 2026 terutama disumbang oleh komoditas unggulan seperti lemak dan minyak hewan atau nabati sebesar USD11,71 miliar, bahan bakar mineral USD8,34 miliar, besi dan baja USD5,71 miliar, nikel dan turunannya USD4,26 miliar, serta alas kaki senilai USD2,14 miliar.
(nng)
Lihat Juga :