Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Selasa, 02 Juni 2026 - 20:24 WIB
loading...
A
A
A
Kementerian Minyak Venezuela bahkan dengan percaya diri menargetkan produksi minyak mentah mampu menembus 1,37 million bpd pada akhir tahun ini. Jika target ini tercapai, artinya terjadi lonjakan raksasa sebesar 22% dibandingkan akhir tahun 2025 yang berada di angka 1,12 juta bpd.
Ini merupakan level produksi tertinggi yang tidak pernah lagi terlihat sejak sanksi energi AS pertama kali dijatuhkan pada tahun 2019 silam. Berdasarkan pergerakan kapal tanker dan dokumen internal perusahaan migas negara PDVSA, total ada 67 kargo raksasa yang berlayar dari Venezuela selama bulan Mei 2026.
Baca Juga: Minyak Mentah Rusia Mengalir Deras ke Negara BRICS
Volume ekspor minyak Venezuela meroket tajam 61% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara psikologis, fenomena ini memperlihatkan sisi pragmatis para pemimpin dunia saat menghadapi krisis.
Saat Selat Hormuz tersumbat akibat konflik Iran dan pasokan minyak global mengetat, idealisme politik seketika runtuh demi mengamankan isi dompet dan bahan bakar dalam negeri. Buktinya terlihat jelas pada daftar negara pembeli minyak Venezuela bulan lalu.
Amerika Serikat menjadi tujuan nomor satu minyak mentah Venezuela dengan menyedot 558.000 bpd. Lalu ada India mengekor di posisi kedua dengan pembelian mencapai 427,000 bpd. Raksasa kilang India, Reliance Industries, kini muncul sebagai salah satu dari tiga pembeli terbesar yang memborong langsung dari PDVSA.
Ini merupakan level produksi tertinggi yang tidak pernah lagi terlihat sejak sanksi energi AS pertama kali dijatuhkan pada tahun 2019 silam. Berdasarkan pergerakan kapal tanker dan dokumen internal perusahaan migas negara PDVSA, total ada 67 kargo raksasa yang berlayar dari Venezuela selama bulan Mei 2026.
Baca Juga: Minyak Mentah Rusia Mengalir Deras ke Negara BRICS
Volume ekspor minyak Venezuela meroket tajam 61% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara psikologis, fenomena ini memperlihatkan sisi pragmatis para pemimpin dunia saat menghadapi krisis.
Saat Selat Hormuz tersumbat akibat konflik Iran dan pasokan minyak global mengetat, idealisme politik seketika runtuh demi mengamankan isi dompet dan bahan bakar dalam negeri. Buktinya terlihat jelas pada daftar negara pembeli minyak Venezuela bulan lalu.
Amerika Serikat menjadi tujuan nomor satu minyak mentah Venezuela dengan menyedot 558.000 bpd. Lalu ada India mengekor di posisi kedua dengan pembelian mencapai 427,000 bpd. Raksasa kilang India, Reliance Industries, kini muncul sebagai salah satu dari tiga pembeli terbesar yang memborong langsung dari PDVSA.
Lihat Juga :