LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Jum'at, 05 Juni 2026 - 21:59 WIB
loading...
A
A
A
"Green Halal Rating dapat menjadi instrumen yang mempertemukan aspek halal dan ESG dalam satu kerangka yang mudah dipahami oleh pelaku usaha. Dengan demikian, perusahaan memiliki panduan yang lebih komprehensif untuk membangun bisnis yang bertanggung jawab," ujar Raafqi.
Ia menambahkan, konsep Green Halal juga dapat menjadi landasan bagi pengembangan kebijakan halal masa depan yang lebih adaptif terhadap berbagai tantangan global, termasuk perubahan iklim, pengelolaan sumber daya alam, serta tanggung jawab sosial perusahaan.
Baca Juga: Kemenpar Apresiasi BPJPH atas Kolaborasi Sertifikasi Halal 31.548 UMK Desa Wisata
Sebagai bentuk implementasi, LPPOM telah menjalankan sejumlah program ESG yang selaras dengan nilai halal. Di bidang lingkungan, lembaga tersebut mengembangkan program daur ulang yang berkontribusi pada pengurangan emisi karbon hingga 1.566 ton CO₂, serta menghadirkan lingkungan kerja yang inklusif melalui penyediaan berbagai fasilitas dan pelatihan bahasa isyarat bagi karyawan.
Selain itu, program tanggung jawab sosial LPPOM telah menjangkau lebih dari 37 lembaga kemanusiaan dan ribuan penerima manfaat. Melalui partisipasinya dalam forum internasional di Kairo, LPPOM menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ekosistem halal global yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan syariah, tetapi juga keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Ia menambahkan, konsep Green Halal juga dapat menjadi landasan bagi pengembangan kebijakan halal masa depan yang lebih adaptif terhadap berbagai tantangan global, termasuk perubahan iklim, pengelolaan sumber daya alam, serta tanggung jawab sosial perusahaan.
Baca Juga: Kemenpar Apresiasi BPJPH atas Kolaborasi Sertifikasi Halal 31.548 UMK Desa Wisata
Sebagai bentuk implementasi, LPPOM telah menjalankan sejumlah program ESG yang selaras dengan nilai halal. Di bidang lingkungan, lembaga tersebut mengembangkan program daur ulang yang berkontribusi pada pengurangan emisi karbon hingga 1.566 ton CO₂, serta menghadirkan lingkungan kerja yang inklusif melalui penyediaan berbagai fasilitas dan pelatihan bahasa isyarat bagi karyawan.
Selain itu, program tanggung jawab sosial LPPOM telah menjangkau lebih dari 37 lembaga kemanusiaan dan ribuan penerima manfaat. Melalui partisipasinya dalam forum internasional di Kairo, LPPOM menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ekosistem halal global yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan syariah, tetapi juga keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
(nng)
Lihat Juga :