Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Jum'at, 05 Juni 2026 - 23:27 WIB
loading...
A
A
A
Josua menilai sejumlah indikator ekonomi domestik masih menunjukkan kondisi yang positif. Konsumsi masyarakat sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi masih tumbuh, inflasi tetap berada dalam rentang terkendali, sektor perbankan berada dalam kondisi sehat, dan APBN masih mampu menjalankan fungsi stabilisasi ekonomi.
Selain itu pertumbuhan ekonomi nasional masih berada pada level yang relatif tinggi dan daya beli masyarakat tetap terjaga seiring inflasi yang terkendali. Konsumsi rumah tangga yang menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga masih mencatatkan pertumbuhan yang solid.
Baca Juga: 4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
Dari sisi pasar keuangan, aliran modal asing ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) masih mencatatkan tren positif. Kondisi tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia tetap terjaga meskipun ketidakpastian global meningkat.
"Kepercayaan investor tetap terjaga karena fundamental ekonomi Indonesia masih dipandang kuat. Ini menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas ekonomi ke depan," katanya.
Terkait pelemahan nilai tukar rupiah, Josua menegaskan bahwa kondisi tersebut lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal dibandingkan masalah struktural di dalam negeri. Menurutnya, penguatan dolar Amerika Serikat terjadi secara global akibat kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju serta meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Lihat Juga :