Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026

Sabtu, 06 Juni 2026 - 17:08 WIB
loading...
Concord Industry Tegaskan...
PT Concord Industry berpartisipasi aktif dalam ajang Pameran Keramika 2026. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Concord Industry terus menunjukkan komitmen dalam mengembangkan industri keramik nasional di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi sektor manufaktur. Langkah strategis ini ditegaskan melalui partisipasi aktif dan pengenalan inovasi produk terbaru dalam ajang Pameran Keramika 2026.

"Perjalanan kami dimulai dari produksi keramik, dan kami telah berkembang hingga memproduksi granit dengan berbagai ukuran, dan kami juga memiliki sejumlah merek unggulan untuk memenuhi kebutuhan konsumen di berbagai segmen pasar," kata Vice Director Ceramics Tile PT Concord Industry, Herman Hamzah dalam acara Pameran Keramika 2026 di Nusantara International Exhibition, PIK 2, Jakarta, dikutip pada Sabtu (6/6/2026).

Baca Juga: Industri Manufaktur RI Kena Pukulan Ganda, Terhimpit Krisis Gas hingga Konflik Timur Tengah

Herman menjelaskan bahwa produsen ubin lokal yang didirikan oleh Lin Kuang Ming sejak 2011 ini terus mengalami pertumbuhan pesat. Pabrik yang berlokasi di Karawang Timur, Jawa Barat tersebut telah memulai produksi masal sejak tahun 2015 dan kini bertransformasi menjadi salah satu pemain utama penyuplai kebutuhan material bangunan domestik.



Awalnya hanya fokus pada ubin keramik biasa, kini Concord Industry telah mampu memproduksi granit ukuran besar 60x120 cm guna memenuhi tren arsitektur yang terus berkembang. Melalui pameran tahunan ini, perusahaan memamerkan portofolio lengkapnya mulai dari merek keramik Concord, Icarus, Delta, Hector, dan Gracia, hingga kategori granit premium seperti Pavia dan Fortuna yang menyasar pasar spesifik.

Meski demikian, Herman tidak menampik bahwa industri keramik nasional saat ini sedang menghadapi tekanan yang cukup besar dari sisi makroekonomi. Penyesuaian biaya operasional terpaksa dilakukan akibat adanya kenaikan harga gas industri dari 6 dolar AS menjadi 21 dolar AS per MMBTU, serta pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp18.000 per dolar AS.

Baca Juga: Keramik Berumur 1.000 Tahun yang Ditemukan di Dasar Sungai Musi Diserahkan

Menyikapi fluktuasi ekonomi tersebut, perusahaan tetap optimistis dengan mengandalkan dukungan teknologi modern dan penetapan desain yang lebih inovatif. Langkah inovasi ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang tinggi bagi konsumen, sehingga produk dalam negeri tetap memiliki daya saing yang kuat di pasar ritel maupun proyek.

Lebih lanjut, Herman berharap pemerintah dapat memberikan dukungan yang lebih besar bagi keberlangsungan sektor manufaktur ubin, khususnya terkait kebijakan energi dan stimulus pelindung pasar domestik. Hal ini krusial mengingat daya beli masyarakat yang sedang tertekan dapat memengaruhi penyerapan material pada proyek-proyek pembangunan nasional.

Ia menambahkan bahwa selama ini industri keramik nasional telah berkontribusi besar dalam mempertahankan investasi, membuka lapangan kerja, serta menekan ketergantungan impor. Manajemen berkomitmen untuk terus menyediakan lapangan pekerjaan dan berharap ada solusi bersama demi menjaga daya saing industri keramik Indonesia agar tetap tumbuh berkelanjutan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Awal Tahun, AM Bagikan...
Awal Tahun, AM Bagikan Hadiah Langsung bagi Pelanggan Setia
Berlangsung 6 Bulan,...
Berlangsung 6 Bulan, PT AMBPI Umumkan Pemenang Program Pesta Rejeki 2025
PMI Kontraksi, Pengusaha...
PMI Kontraksi, Pengusaha Dorong Kebijakan Bea Masuk Anti Dumping Diterapkan
Hadang Gempuran Produk...
Hadang Gempuran Produk China, SPS Corporate Bangun Pabrik Granit di Subang
Kemenperin Dorong Penggunaan...
Kemenperin Dorong Penggunaan Produk Keramik Lokal
Roman Perkuat Segmen...
Roman Perkuat Segmen Pasar Menengah ke Atas
Lantai Area Pabrik Sulit...
Lantai Area Pabrik Sulit Menentukan Keramik, Ini Solusinya
Rekomendasi
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Berita Terkini
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved