Kemenparekraf Hadirkan Pakar untuk Bantu Pemasaran Digital Pebisnis Kriya
Senin, 21 September 2020 - 15:55 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Yuana Rochma Astuti selaku Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf menyatakan, akan terus mendukung pelaku UMKM khususnya subsektor kriya untuk segera go digital. “ Ini bentuk dukungan kami kepada pengusaha kriya agar memiliki jangkauan pasar yang lebih luas. Berikutnya, kami juga sedang mempertimbangkan untuk membuat kelas untuk pelaku industri kreatif lainnya,” kata Yuana. ( Baca juga:Ambil Alih dari Chevron, Pertamina Bersiap Ngebor 44 Sumur di Blok Rokan )
Itulah sebabnya, Kemenparekraf/Baparekraf menginisiasi program pelatihan Peningkatan Kompetensi Pelaku Ekonomi Kreatif dalam Pemasaran Digital. Program ini akan dilakukan secara berkelanjutan selama lima hari mulai dengan materi di antaranya adalah memahami 12 perubahan perilaku konsumen selama pandemi; membangun branding di dunia digital untuk bertahan saat era pandemi; langkah-langkah mengembangkan digital marketing; dan mengembangkan rencana bisnis digital untuk menarik investor.
Pelatihan secara berkelanjutan ini dimaksudkan agar para pelaku usaha khususnya subsektor kriya memperoleh pelatihan yang komprehensif tentang pemasaran digital. Selain materi dari narasumber utama, dalam sesi pelatihan juga akan dihadirkan pelaku bisnis subsektor kriya yang akan berbagi pengalaman pemasaran digital mereka.
Pegiat bisnis kriya dari produk lokal yang nantinya akan turut berkolaborasi adalah Annisa Hendrato selaku Creative dan Digital Marketing Noesa. “Pemasaran digital adalah penyelamat di tengah Pandemi. Pembeli kini bisa membeli secara online produk kami sehingga penjualan dapat terus dilakukan”. Kalimat tersebut kian memperkuat dukungan bahwa sudah saatnya para pelaku bisnis kriya semakin percaya diri memasuki era pemasaran digital.
Itulah sebabnya, Kemenparekraf/Baparekraf menginisiasi program pelatihan Peningkatan Kompetensi Pelaku Ekonomi Kreatif dalam Pemasaran Digital. Program ini akan dilakukan secara berkelanjutan selama lima hari mulai dengan materi di antaranya adalah memahami 12 perubahan perilaku konsumen selama pandemi; membangun branding di dunia digital untuk bertahan saat era pandemi; langkah-langkah mengembangkan digital marketing; dan mengembangkan rencana bisnis digital untuk menarik investor.
Pelatihan secara berkelanjutan ini dimaksudkan agar para pelaku usaha khususnya subsektor kriya memperoleh pelatihan yang komprehensif tentang pemasaran digital. Selain materi dari narasumber utama, dalam sesi pelatihan juga akan dihadirkan pelaku bisnis subsektor kriya yang akan berbagi pengalaman pemasaran digital mereka.
Pegiat bisnis kriya dari produk lokal yang nantinya akan turut berkolaborasi adalah Annisa Hendrato selaku Creative dan Digital Marketing Noesa. “Pemasaran digital adalah penyelamat di tengah Pandemi. Pembeli kini bisa membeli secara online produk kami sehingga penjualan dapat terus dilakukan”. Kalimat tersebut kian memperkuat dukungan bahwa sudah saatnya para pelaku bisnis kriya semakin percaya diri memasuki era pemasaran digital.
(uka)
Lihat Juga :