Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter

Minggu, 07 Juni 2026 - 18:48 WIB
loading...
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Jawa Timur menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Jawa Timur menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah dan mendorong Bank Indonesia (BI) memperkuat langkah-langkah stabilisasi sebagai otoritas yang memiliki mandat menjaga nilai mata uang nasional.

Organisasi mahasiswa tersebut menilai masyarakat perlu memahami pembagian kewenangan dalam pengelolaan ekonomi nasional, di mana pemerintah berperan pada kebijakan fiskal, sementara stabilitas moneter menjadi tanggung jawab BI.

"Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah bekerja optimal dalam menjaga stabilitas ekonomi dari sisi fiskal. Oleh karena itu, masyarakat harus memahami bahwa persoalan melemahnya nilai tukar rupiah merupakan ranah yang menjadi tanggung jawab Bank Indonesia sebagai otoritas moneter," ujar Ketua Umum BADKO HMI Jawa Timur Yusfan Firdaus, seperti dikutip pada Minggu (7/6/2026).

Baca Juga: Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini

Menurut Yusfan, BI perlu menjelaskan secara terbuka arah kebijakan yang ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah dinamika pasar keuangan global. Ia menilai transparansi kebijakan penting untuk menjaga kepercayaan publik dan meminimalkan spekulasi di tengah masyarakat.

Yusfan juga menegaskan bahwa independensi BI sebagai bank sentral harus diiringi dengan akuntabilitas kepada publik. Menurut dia, status independen tidak menghilangkan kewajiban lembaga tersebut untuk menjelaskan efektivitas kebijakan yang telah dijalankan dalam menjaga stabilitas moneter.



Selain itu, BADKO HMI Jawa Timur meminta adanya evaluasi terhadap berbagai kebijakan moneter yang dinilai perlu disesuaikan dengan tantangan ekonomi saat ini. Organisasi tersebut menilai penguatan koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Dia juga menyampaikan sejumlah dugaan dan pandangan terkait faktor-faktor yang memengaruhi pelemahan rupiah. Namun, pernyataan tersebut belum disertai bukti yang dapat diverifikasi secara independen.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat nasionalisme dalam menghadapi tantangan ekonomi global serta menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan ekonomi.

Baca Juga: Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh

Sebagai tindak lanjut, BADKO HMI Jatim berencana menggelar Konsolidasi Mahasiswa Jawa Timur guna membahas kondisi ekonomi nasional dan menyusun rekomendasi terkait kebijakan moneter yang akan disampaikan kepada para pemangku kepentingan.

Menurut Yusfan, forum tersebut juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan publik melalui pendekatan yang konstruktif dan berbasis aspirasi masyarakat.

BADKO HMI Jawa Timur menegaskan bahwa kritik terhadap lembaga negara merupakan bagian dari mekanisme demokrasi yang sah, dengan tetap mengedepankan objektivitas, data, serta kepentingan bangsa dalam setiap penyampaian pandangan dan rekomendasi kebijakan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rekomendasi
Rizky Billar Laporkan...
Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Selingkuh dengan Anak Ramzi
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Berita Terkini
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Akuisisi Aster Jadi...
Akuisisi Aster Jadi Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Bisnis Mulai Dongkrak Kinerja
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Infografis
Cilia Flores, Istri...
Cilia Flores, Istri Maduro yang Disebut Otak di Balik Kebijakan Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved