24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia

Senin, 08 Juni 2026 - 19:21 WIB
loading...
24 Negara Pembeli Minyak...
Amerika Serikat (AS) semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama di pasar minyak global. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama di pasar energi global dengan mengekspor minyak mentah dalam jumlah besar ke berbagai negara sepanjang 2025. Pertumbuhan produksi dari industri pengeboran domestik menjadikan AS pemasok penting bagi negara industri, mitra dagang, dan pusat pengolahan minyak dunia.

"Belanda menjadi pembeli terbesar minyak mentah Amerika Serikat pada 2025 dengan volume impor lebih dari 419 juta barel," berdasarkan data perdagangan energi internasional yang dirangkum dari berbagai sumber dikutip dari Stars Insider, Senin (8/6/2026).

Baca Juga: Daftar Negara dengan Konsumsi Minyak Terbesar Dunia, di Mana Posisi Indonesia?

Belanda memanfaatkan minyak mentah asal AS untuk memasok kilang-kilang yang mengolahnya menjadi bensin, solar, dan produk energi lainnya bagi pasar Eropa. Di posisi berikutnya, Meksiko mengimpor hampir 400 juta barel, disusul Kanada dengan lebih dari 324 juta barel meski negara tersebut juga merupakan salah satu eksportir minyak terbesar ke Amerika Serikat.

Di kawasan Asia, Korea Selatan menjadi pembeli terbesar dengan impor mencapai 257 juta barel. Jepang menyusul dengan 247 juta barel, sementara China membeli 238 juta barel guna memenuhi kebutuhan energi bagi sektor industrinya yang sangat besar.

India juga muncul sebagai pembeli utama dengan impor sekitar 221 juta barel. Pertumbuhan ekonomi yang pesat dan kemampuan kilang modern di negara tersebut mendorong peningkatan permintaan terhadap minyak mentah ringan asal Amerika Serikat.



Sejumlah negara lain yang masuk dalam daftar pembeli terbesar adalah Brasil dengan 133 juta barel, Inggris 124 juta barel, Spanyol 95 juta barel, Taiwan 82 juta barel, serta Prancis 71 juta barel. Negara-negara tersebut memanfaatkan minyak AS untuk memenuhi kebutuhan energi domestik maupun mendukung industri pengolahan dan ekspor produk turunan minyak.

Di kawasan Asia Tenggara, Singapura mengimpor 65 juta barel untuk diolah kembali dan dipasarkan ke sektor pelayaran internasional, sedangkan Thailand membeli 60 juta barel guna mendukung sektor manufaktur dan konsumsi domestik.

Baca Juga: Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia

Indonesia tercatat mengimpor sekitar 57 juta barel minyak mentah dari Amerika Serikat sepanjang 2025. Meskipun memiliki cadangan minyak yang cukup besar, produksi dari lapangan-lapangan minyak yang menua terus menurun, sementara konsumsi energi nasional meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.

Selain Indonesia, sejumlah negara berkembang lainnya juga masuk dalam daftar pembeli utama minyak AS, antara lain Panama, Italia, Nigeria, Kolombia, Guatemala, Republik Dominika, Swedia, Jerman, dan Belgia. Kebutuhan energi yang terus meningkat, keterbatasan produksi domestik, serta kebutuhan kilang terhadap jenis minyak tertentu menjadi faktor utama tingginya impor minyak mentah dari Amerika Serikat.

Dominasi ekspor minyak mentah Amerika Serikat menunjukkan perubahan besar dalam peta energi global. Berkat lonjakan produksi dalam negeri, negara tersebut kini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga menjadi pemasok strategis bagi berbagai negara di Eropa, Asia, hingga Amerika Latin.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Pertamina NRE Pasang...
Pertamina NRE Pasang PLTS Pertama di Kapal Angkut Minyak
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Rekomendasi
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Prancis vs Senegal:...
Prancis vs Senegal: Ulangan Kejutan 2002?
Berita Terkini
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved