Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Senin, 08 Juni 2026 - 22:10 WIB
loading...
A
A
A
Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu alasan utama mengapa otoritas moneter China masih memiliki ruang yang luas untuk melanjutkan strategi diversifikasi cadangan melalui pembelian emas. Emas selama ini dipandang sebagai aset lindung nilai yang relatif aman ketika terjadi gejolak ekonomi dan pasar keuangan global.
Baca Juga: Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Sementara itu, Administrasi Devisa Negara China melaporkan cadangan devisa negara tersebut meningkat sebesar USD31,7 miliar atau 0,93% menjadi USD3,4422 triliun pada akhir Mei 2026. Nilai tersebut merupakan yang tertinggi sejak akhir 2015.
Otoritas devisa China menyebut kenaikan cadangan devisa didorong oleh penguatan dolar AS serta peningkatan harga berbagai aset global. Selain itu, perkembangan ekonomi domestik yang tetap stabil dinilai memberikan fondasi kuat bagi terjaganya stabilitas cadangan devisa dan ketahanan sektor keuangan negara tersebut.
Baca Juga: Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Sementara itu, Administrasi Devisa Negara China melaporkan cadangan devisa negara tersebut meningkat sebesar USD31,7 miliar atau 0,93% menjadi USD3,4422 triliun pada akhir Mei 2026. Nilai tersebut merupakan yang tertinggi sejak akhir 2015.
Otoritas devisa China menyebut kenaikan cadangan devisa didorong oleh penguatan dolar AS serta peningkatan harga berbagai aset global. Selain itu, perkembangan ekonomi domestik yang tetap stabil dinilai memberikan fondasi kuat bagi terjaganya stabilitas cadangan devisa dan ketahanan sektor keuangan negara tersebut.
(nng)
Lihat Juga :