Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru

Selasa, 09 Juni 2026 - 07:26 WIB
loading...
A A A
Biang kerok utama dari perlambatan massal ini adalah meletusnya perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Konflik bersenjata ini berujung pada tersumbatnya Selat Hormuz -jalur nadi pasokan minyak dunia- yang seketika menerbangkan harga energi ke level yang mencekik.

Secara psikologis, pembaca akan melihat sebuah anomali besar dalam peta kekuatan ekonomi saat ini. Negara-negara Barat dan Uni Eropa kini menderita akibat hantaman ganda. Mereka belum pulih dari sisa-sisa inflasi energi akibat perang Ukraina, dan kini harus kembali dihantam meroketnya harga minyak akibat perang Iran.

Di tengah sanksi bertubi-tubi, IMF justru menaikkan proyeksi ekonomi Rusia sebesar 0,3%. Moskow diuntungkan karena harga komoditas energi yang mereka miliki melambung tinggi di pasar gelap dunia.

Baca Juga: IMF Peringatkan AI Bisa Bobol Sistem Perbankan Dunia dalam Hitungan Detik!

Melihat kondisi yang semakin kritis, sejumlah pejabat Uni Eropa mulai frustrasi dan secara sembunyi-sembunyi mengusulkan untuk memulihkan kembali hubungan dagang energi dengan Rusia. Namun petinggi Brussels menolak keras dan tetap nekat melanjutkan ambisi mereka untuk memutus total fosil Rusia pada tahun 2027.

Sikap keras kepala Eropa ini memicu peringatan yang tidak kalah mengerikan dari utusan Kremlin, Kirill Dmitriev. Ia meramalkan bahwa Inggris dan Uni Eropa sebentar lagi akan segera diterjang oleh krisis energi yang bisa melumpuhkan total industri mereka.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Biaya Nongkrong Kian...
Biaya Nongkrong Kian Mahal, Bikin Orang Enggan Bertemu
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Soroti Isu Reformasi...
Soroti Isu Reformasi Jilid II, Sekjen Cipayung Plus: Tantangan Saat Ini Berbeda dengan 1998
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Refleksi 109 Tahun,...
Refleksi 109 Tahun, Generasi Muda Diminta Telaah Gagasan Prof. Soemitro Djojohadikusumo
Rekomendasi
10 Negara Paling Cocok...
10 Negara Paling Cocok untuk Solo Traveling, Aman dan Ramah Wisatawan
BTS Jadi Magnet di Final...
BTS Jadi Magnet di Final Piala Dunia 2026, Justin Bieber hingga Tom Cruise Datang Menyapa
10 Kontroversi Argentina...
10 Kontroversi Argentina di Piala Dunia 2026: Tuduhan Dibantu Wasit hingga Pukul Pemain Spanyol
Berita Terkini
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
Nikmati Pengalaman Nonton...
Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
Infografis
Meski Trump tak Lagi...
Meski Trump tak Lagi Berkuasa, Iran Tolak Negosiasi Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved