Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
Kamis, 11 Juni 2026 - 19:51 WIB
loading...
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar pada Rabu (10/6/2026). Sulawesi Selatan menjadi provinsi pertama di Indonesia yang melakukan pencanangan tingkat provinsi, sebagai langkah awal memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Mulai pertengahan bulan ini, jangan kaget jika rumah, toko, maupun tempat usaha Anda mendadak didatangi oleh petugas dengan atribut lengkap BPS. Anda tidak perlu panik atau buru-buru menutup pagar.
Kedatangan para petugas berompi ini bukan untuk menagih utang ataupun mengejar setoran pajak Anda! BPS secara resmi mengumumkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang akan digelar secara serentak di seluruh pelosok Indonesia.
Baca Juga: Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Langkah besar berskala nasional ini diawali dengan pencanangan perdana yang bertempat di Provinsi Sulawesi Selatan. Kepala BPS RI mengungkapkan bahwa sensus door-to-door (dari pintu ke pintu) ini akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Semua pelaku usaha, mulai dari skala ultra mikro yang bersembunyi di dalam rumah hingga korporasi raksasa dengan fisik gedung yang mentereng, wajib didata tanpa terkecuali. Sebagian masyarakat kerap merasa enggan atau curiga ketika dimintai data sensitif mengenai aktivitas ekonomi mereka.
Namun, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menekankan mengapa sensus ekonomi ini begitu pentin, selain juga memberikan peringatan keras mengenai dampak buruk jika ada warga atau pengusaha yang mangkir atau menolak didata oleh petugas BPS.
"Jangan sampai nanti ada masyarakat dari bapak ibu yang tidak mau didata. Begitu tidak terdata, informasinya akan bolong dan menjadi kurang akurat," tegas Kepala BPS RI di hadapan Gubernur Sulawesi Selatan, serta jajaran bupati dan wali kota.
![Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR]()
Gubernur Sulawesi Selatan mengapresiasi agenda strategis ini karena datanya akan menjadi kompas akurat dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah yang tepat sasaran. Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) hadir untuk memotret aktivitas ekonomi secara menyeluruh, termasuk mencatat perubahan pola usaha dan perkembangan digitalisasi ekonomi.
Baca Juga: BPS Ajak Masyarakat dan Dunia Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Data yang tidak akurat dinilai berbahaya bagi masa depan daerah. Pasalnya, hasil akhir dari SE2026 ini akan dilengkapi dengan sistem real taging (pemetaan digital lokasi). Hasil ini yang nantinya dipakai oleh para kepala daerah untuk menelurkan kebijakan ekonomi yang super presisi, membaca pusat pertumbuhan baru, hingga mendeteksi potensi pengembangan usaha lokal.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis BPS, performa ekonomi Sulawesi Selatan memang sedang melesat kencang. Pada triwulan I-2026, ekonomi Sulawesi Selatan tumbuh kokoh di angka 6,88%. Pertumbuhan kabupaten tertinggi, dicetak Kabupaten Sinjai dengan angka pertumbuhan paling bombastis, yakni mencapai 11,14%.
Lebih dari 90% kabupaten/kota di Sulawesi Selatan mencatatkan pertumbuhan di atas 6%, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang berada di angka 5,61%. Guna menyukseskan agenda raksasa ini, BPS tidak main-main.
Sebanyak 251.000 petugas sensus direkrut di seluruh Indonesia. Angka penyerapan tenaga kerja yang masif ini diakui secara psikologis mampu membantu menekan angka pengangguran secara instan menjelang bergulirnya sensus.
T - Terima Petugas Sensus: Sambut petugas yang datang dengan mengenakan tanda pengenal resmi, rompi khusus SE2026, dan membawa surat tugas sah.
I - Isi Data dengan Benar: Berikan jawaban jujur mengenai karakteristik usaha dan keadilan sosial ekonomi rumah tangga Anda.
R - Rahasia Data Terjaga: BPS menjamin penuh bahwa seluruh data individu dan omzet yang dilaporkan dilindungi undang-undang dan tidak akan bocor ke pihak mana pun.
Sebagai langkah awal untuk membangun kepercayaan publik (confidence), Gubernur Sulawesi Selatan beserta para bupati dan wali kota setempat dijadwalkan menjadi target perdana yang akan disensus oleh petugas di wilayahnya masing-masing
Pendataan lapangan sendiri dijadwalkan berlangsung secara door-to-door mulai tanggal 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Mari bersama kita dukung dan berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 demi mewujudkan data ekonomi yang presisi dan berkualitas!
Mulai pertengahan bulan ini, jangan kaget jika rumah, toko, maupun tempat usaha Anda mendadak didatangi oleh petugas dengan atribut lengkap BPS. Anda tidak perlu panik atau buru-buru menutup pagar.
Kedatangan para petugas berompi ini bukan untuk menagih utang ataupun mengejar setoran pajak Anda! BPS secara resmi mengumumkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang akan digelar secara serentak di seluruh pelosok Indonesia.
Baca Juga: Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Langkah besar berskala nasional ini diawali dengan pencanangan perdana yang bertempat di Provinsi Sulawesi Selatan. Kepala BPS RI mengungkapkan bahwa sensus door-to-door (dari pintu ke pintu) ini akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Semua pelaku usaha, mulai dari skala ultra mikro yang bersembunyi di dalam rumah hingga korporasi raksasa dengan fisik gedung yang mentereng, wajib didata tanpa terkecuali. Sebagian masyarakat kerap merasa enggan atau curiga ketika dimintai data sensitif mengenai aktivitas ekonomi mereka.
Namun, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menekankan mengapa sensus ekonomi ini begitu pentin, selain juga memberikan peringatan keras mengenai dampak buruk jika ada warga atau pengusaha yang mangkir atau menolak didata oleh petugas BPS.
"Jangan sampai nanti ada masyarakat dari bapak ibu yang tidak mau didata. Begitu tidak terdata, informasinya akan bolong dan menjadi kurang akurat," tegas Kepala BPS RI di hadapan Gubernur Sulawesi Selatan, serta jajaran bupati dan wali kota.

Gubernur Sulawesi Selatan mengapresiasi agenda strategis ini karena datanya akan menjadi kompas akurat dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah yang tepat sasaran. Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) hadir untuk memotret aktivitas ekonomi secara menyeluruh, termasuk mencatat perubahan pola usaha dan perkembangan digitalisasi ekonomi.
Baca Juga: BPS Ajak Masyarakat dan Dunia Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Data yang tidak akurat dinilai berbahaya bagi masa depan daerah. Pasalnya, hasil akhir dari SE2026 ini akan dilengkapi dengan sistem real taging (pemetaan digital lokasi). Hasil ini yang nantinya dipakai oleh para kepala daerah untuk menelurkan kebijakan ekonomi yang super presisi, membaca pusat pertumbuhan baru, hingga mendeteksi potensi pengembangan usaha lokal.
Sulawesi Selatan Jadi 'Panggung Utama' dan Cetak Pertumbuhan Fantastis
Pemilihan Sulawesi Selatan sebagai provinsi pertama tempat pencanangan SE2026 bukan tanpa alasan. Wilayah ini tercatat menjadi penentu utama detak nadi ekonomi di Pulau Sulawesi karena menguasai kontribusi sebesar 43%.Berdasarkan data terbaru yang dirilis BPS, performa ekonomi Sulawesi Selatan memang sedang melesat kencang. Pada triwulan I-2026, ekonomi Sulawesi Selatan tumbuh kokoh di angka 6,88%. Pertumbuhan kabupaten tertinggi, dicetak Kabupaten Sinjai dengan angka pertumbuhan paling bombastis, yakni mencapai 11,14%.
Lebih dari 90% kabupaten/kota di Sulawesi Selatan mencatatkan pertumbuhan di atas 6%, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang berada di angka 5,61%. Guna menyukseskan agenda raksasa ini, BPS tidak main-main.
Sebanyak 251.000 petugas sensus direkrut di seluruh Indonesia. Angka penyerapan tenaga kerja yang masif ini diakui secara psikologis mampu membantu menekan angka pengangguran secara instan menjelang bergulirnya sensus.
Ingat Rumus TIR: 3 Mantra Utama Sukseskan Sensus Ekonomi
Agar masyarakat tidak ragu, BPS menggaungkan tagline utama yang wajib diingat oleh seluruh warga Indonesia saat rumahnya diketuk petugas, yaitu TIR:T - Terima Petugas Sensus: Sambut petugas yang datang dengan mengenakan tanda pengenal resmi, rompi khusus SE2026, dan membawa surat tugas sah.
I - Isi Data dengan Benar: Berikan jawaban jujur mengenai karakteristik usaha dan keadilan sosial ekonomi rumah tangga Anda.
R - Rahasia Data Terjaga: BPS menjamin penuh bahwa seluruh data individu dan omzet yang dilaporkan dilindungi undang-undang dan tidak akan bocor ke pihak mana pun.
Sebagai langkah awal untuk membangun kepercayaan publik (confidence), Gubernur Sulawesi Selatan beserta para bupati dan wali kota setempat dijadwalkan menjadi target perdana yang akan disensus oleh petugas di wilayahnya masing-masing
Pendataan lapangan sendiri dijadwalkan berlangsung secara door-to-door mulai tanggal 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Mari bersama kita dukung dan berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 demi mewujudkan data ekonomi yang presisi dan berkualitas!
(akr)
Lihat Juga :