MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
Kamis, 11 Juni 2026 - 20:28 WIB
loading...
PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) memperluas program pemberdayaan ekonomi dengan meluncurkan MPM BISA (Bisnis Inklusif Siap Aksi). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) memperluas program pemberdayaan ekonomi dengan meluncurkan MPM BISA (Bisnis Inklusif Siap Aksi), sebuah inisiatif yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian usaha penyandang disabilitas. Program tersebut merupakan pengembangan dari Life Skill Training Center (LSTC), program tanggung jawab sosial perusahaan yang telah berjalan sejak 2015.
"Kami ingin mengambil bagian dalam memperkuat kapasitas teman-teman penyandang disabilitas pelaku UMKM melalui berbagi pengetahuan terkait literasi, baik dalam mengelola usaha, memahami peluang, membangun daya saing, maupun mengembangkan usaha secara berkelanjutan," kata GM Corporate Communication & Sustainability MPMX Natalia Lusnita dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
Baca Juga: MPMX Perkuat Ekonomi Sirkular lewat Bank Sampah di Tangerang
Menurut Natalia, keberlanjutan yang sesungguhnya dibangun melalui kesempatan yang setara, pemberdayaan, dan penciptaan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, MPM BISA dirancang tidak hanya sebagai program pelatihan, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi yang inklusif untuk mendukung pertumbuhan usaha penyandang disabilitas.
Program yang menggandeng Mien R. Uno Foundation tersebut menyasar 30 pelaku usaha penyandang disabilitas dari kelompok teman netra dan teman daksa. Para peserta dipilih melalui proses seleksi administrasi dan wawancara untuk mengidentifikasi potensi usaha, kebutuhan pengembangan, serta motivasi berwirausaha.
Selama tiga bulan, mulai Mei hingga Juli 2026, peserta akan mengikuti berbagai tahapan program yang mencakup pelatihan, pendampingan, pengayaan materi, penjurian, hingga pemberian hibah usaha. Materi yang diberikan meliputi literasi keuangan, manajemen risiko finansial, keamanan digital, etika digital, dan etika bisnis.
Pelatihan tatap muka telah digelar pada 9-10 Juni 2026 dengan menghadirkan edukasi terkait pengelolaan keuangan usaha, mitigasi risiko, serta pemanfaatan teknologi digital secara aman dan produktif. Pembekalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan peserta dalam mengembangkan usaha di tengah transformasi ekonomi digital.
Baca Juga: Honda Siap Luncurkan 2 Motor Listrik Terbaru Lagi
MPMX juga melibatkan sejumlah karyawannya sebagai fasilitator dan pengajar sukarela yang berbagi pengalaman serta pengetahuan praktis kepada peserta. Keterlibatan tersebut diharapkan menciptakan ruang belajar yang saling memperkaya, baik bagi peserta maupun relawan perusahaan.
Untuk memperkuat dampak program, MPMX akan memberikan dana hibah kepada tiga peserta terbaik sebagai modal pengembangan usaha. Penerima hibah akan ditentukan berdasarkan komitmen, konsistensi, serta kemampuan peserta dalam menerapkan materi pelatihan ke dalam rencana pengembangan bisnis mereka. MPMX berharap dapat memperluas akses pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas sekaligus memperkuat peran LSTC sebagai inisiatif sosial perusahaan yang mendorong terciptanya ekosistem ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
"Kami ingin mengambil bagian dalam memperkuat kapasitas teman-teman penyandang disabilitas pelaku UMKM melalui berbagi pengetahuan terkait literasi, baik dalam mengelola usaha, memahami peluang, membangun daya saing, maupun mengembangkan usaha secara berkelanjutan," kata GM Corporate Communication & Sustainability MPMX Natalia Lusnita dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
Baca Juga: MPMX Perkuat Ekonomi Sirkular lewat Bank Sampah di Tangerang
Menurut Natalia, keberlanjutan yang sesungguhnya dibangun melalui kesempatan yang setara, pemberdayaan, dan penciptaan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, MPM BISA dirancang tidak hanya sebagai program pelatihan, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi yang inklusif untuk mendukung pertumbuhan usaha penyandang disabilitas.
Program yang menggandeng Mien R. Uno Foundation tersebut menyasar 30 pelaku usaha penyandang disabilitas dari kelompok teman netra dan teman daksa. Para peserta dipilih melalui proses seleksi administrasi dan wawancara untuk mengidentifikasi potensi usaha, kebutuhan pengembangan, serta motivasi berwirausaha.
Selama tiga bulan, mulai Mei hingga Juli 2026, peserta akan mengikuti berbagai tahapan program yang mencakup pelatihan, pendampingan, pengayaan materi, penjurian, hingga pemberian hibah usaha. Materi yang diberikan meliputi literasi keuangan, manajemen risiko finansial, keamanan digital, etika digital, dan etika bisnis.
Pelatihan tatap muka telah digelar pada 9-10 Juni 2026 dengan menghadirkan edukasi terkait pengelolaan keuangan usaha, mitigasi risiko, serta pemanfaatan teknologi digital secara aman dan produktif. Pembekalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan peserta dalam mengembangkan usaha di tengah transformasi ekonomi digital.
Baca Juga: Honda Siap Luncurkan 2 Motor Listrik Terbaru Lagi
MPMX juga melibatkan sejumlah karyawannya sebagai fasilitator dan pengajar sukarela yang berbagi pengalaman serta pengetahuan praktis kepada peserta. Keterlibatan tersebut diharapkan menciptakan ruang belajar yang saling memperkaya, baik bagi peserta maupun relawan perusahaan.
Untuk memperkuat dampak program, MPMX akan memberikan dana hibah kepada tiga peserta terbaik sebagai modal pengembangan usaha. Penerima hibah akan ditentukan berdasarkan komitmen, konsistensi, serta kemampuan peserta dalam menerapkan materi pelatihan ke dalam rencana pengembangan bisnis mereka. MPMX berharap dapat memperluas akses pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas sekaligus memperkuat peran LSTC sebagai inisiatif sosial perusahaan yang mendorong terciptanya ekosistem ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :