AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%

Jum'at, 12 Juni 2026 - 21:59 WIB
loading...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
Ekspor minyak mentah Iran ke China merosot tajam ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir seiring meningkatnya tekanan sanksi AS. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Ekspor minyak mentah Iran ke China merosot tajam ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir seiring meningkatnya tekanan sanksi Amerika Serikat terhadap perusahaan-perusahaan China yang terlibat dalam perdagangan minyak Iran. Kondisi tersebut membuat Teheran kehilangan sebagian besar pasar utamanya di tengah konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.

"Impor minyak mentah Iran oleh China pada Mei tercatat sekitar 1,10 juta barel per hari, menjadi level terendah sejak Januari 2025," berdasarkan data perusahaan analitik energi Kpler yang dikutip Reuters.

Baca Juga: Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia

Penurunan impor China berdampak langsung terhadap kinerja ekspor minyak Iran. Data Lloyd's List menunjukkan ekspor minyak mentah Iran pada Mei 2026 anjlok 84 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan berada 87 persen di bawah rata-rata ekspor selama 12 bulan hingga akhir April.

Sebelum konflik meningkat pada akhir Februari 2026, China menyerap lebih dari 80 persen total ekspor minyak Iran. Kilang-kilang independen atau teapot refinery di Provinsi Shandong menjadi pembeli utama karena minyak Iran ditawarkan dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan pasokan dari negara lain.



Namun, arus perdagangan kedua negara melemah drastis setelah eskalasi konflik di Timur Tengah, gangguan distribusi akibat blokade Selat Hormuz, serta pemberlakuan sanksi baru Washington terhadap perusahaan pelayaran dan kilang di China. Padahal pada Maret 2026, Iran sempat menjadi pemasok minyak terbesar bagi China dengan volume sekitar 2,5 juta barel per hari.

Pemerintah AS pada April lalu menjatuhkan sanksi terhadap kilang Dalian milik Hengli Petrochemical, salah satu kilang independen terbesar di China, karena membeli minyak mentah Iran. Washington juga memberikan sanksi kepada puluhan kapal dan entitas yang diduga terlibat dalam jaringan pengiriman minyak Iran.

Baca Juga: Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran

Menurut analisis JPMorgan yang dikutip Fortune, penurunan impor minyak Iran oleh China menyumbang sekitar 74 persen dari kontraksi perdagangan minyak mentah global selama periode tersebut. Meski demikian, China diperkirakan masih mampu menjaga ketahanan energinya karena memiliki cadangan strategis minyak sekitar 1,4 miliar barel.

Tekanan terhadap Iran juga berlanjut di sektor non-energi. Pada 10 Juni 2026, Departemen Keuangan AS kembali menjatuhkan sanksi kepada 11 individu dan entitas, termasuk sembilan pihak yang berbasis di China dan Hong Kong, yang dituduh membantu pengadaan peralatan militer bagi Iran.

Di tengah tekanan tersebut, Presiden AS Donald Trump menyatakan telah membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran setelah adanya kemajuan dalam proses negosiasi, dengan peluang tercapainya kesepakatan awal antara kedua pihak dalam waktu dekat.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina NRE Pasang...
Pertamina NRE Pasang PLTS Pertama di Kapal Angkut Minyak
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Rekomendasi
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Michael Oliver Mendadak...
Michael Oliver Mendadak Dicoret di Laga Pertama Piala Dunia 2026, Ada Apa?
Berita Terkini
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Pegadaian Gelar LEXIS...
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Langkah Strategis Layani Masyarakat di Tengah Transformasi Hukum Nasional
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved