Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:12 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Bank Dunia sempat memangkas proyeksi pertumbuhan Indonesia menjadi 4,7% dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update pada April. Meski proyeksi terbaru menunjukkan revisi naik dari perkiraan sebelumnya, lembaga tersebut tetap menegaskan bahwa ketidakpastian global dan tekanan terhadap stabilitas fiskal masih menjadi tantangan utama.
Di sisi lain, sejumlah lembaga keuangan memperkirakan Bank Indonesia masih berpeluang melanjutkan pengetatan kebijakan moneter. DBS Group Research memperkirakan ruang kenaikan suku bunga masih terbuka untuk mempertahankan stabilitas nilai tukar, sementara Bank Indonesia juga mengindikasikan kemungkinan tambahan kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya.
Pelemahan rupiah sepanjang 2026 dipicu oleh kombinasi arus keluar modal asing, meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik Timur Tengah, serta kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan fiskal nasional. Karena itu, efektivitas sinergi kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia akan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor ke depan
Di sisi lain, sejumlah lembaga keuangan memperkirakan Bank Indonesia masih berpeluang melanjutkan pengetatan kebijakan moneter. DBS Group Research memperkirakan ruang kenaikan suku bunga masih terbuka untuk mempertahankan stabilitas nilai tukar, sementara Bank Indonesia juga mengindikasikan kemungkinan tambahan kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya.
Pelemahan rupiah sepanjang 2026 dipicu oleh kombinasi arus keluar modal asing, meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik Timur Tengah, serta kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan fiskal nasional. Karena itu, efektivitas sinergi kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia akan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor ke depan
(nng)
Lihat Juga :