Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Minggu, 14 Juni 2026 - 15:53 WIB
loading...
A
A
A
Untuk mengatasi celah besar ini, Rusia tidak mau tinggal diam. Dalam panel bertajuk 'Labour Market 2.0: AI, Skills Transformation and New Professions', pemerintah Rusia mengumumkan strategi besar untuk menyuntikkan teknologi Generative Artificial Intelligence (AI) dan sistem robotika ke dalam proses produksi nasional.
Bukan tanpa alasan, kalkulasi para ahli menunjukkan bahwa adopsi AI secara masif diproyeksikan mampu mendongkrak produktivitas tenaga kerja Rusia hingga 21% pada tahun 2032.
Ada kecemasan apakah kehadiran AI yang super cerdas ini akan memicu badai PHK baru dan merebut pekerjaan manusia? Menanggapi ketakutan universal tersebut, Golikova buru-buru menenangkan pasar. Menurutnya, paradigma Rusia terhadap teknologi tidak dirancang untuk menyingkirkan manusia.
Baca Juga: Pengangguran Tetap di Rekor Terendah, Putin Ungkap Ketidakseimbangan Ekonomi Rusia
"AI, pertama dan terutama, harus dilihat sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi, bukan untuk menggantikan manusia. Itulah mengapa membekali pekerja dengan kompetensi baru di bidang teknologi menjadi prioritas utama saat ini, khususnya bagi sistem pendidikan tinggi kami," tegas Golikova.
Bukan tanpa alasan, kalkulasi para ahli menunjukkan bahwa adopsi AI secara masif diproyeksikan mampu mendongkrak produktivitas tenaga kerja Rusia hingga 21% pada tahun 2032.
Ada kecemasan apakah kehadiran AI yang super cerdas ini akan memicu badai PHK baru dan merebut pekerjaan manusia? Menanggapi ketakutan universal tersebut, Golikova buru-buru menenangkan pasar. Menurutnya, paradigma Rusia terhadap teknologi tidak dirancang untuk menyingkirkan manusia.
Baca Juga: Pengangguran Tetap di Rekor Terendah, Putin Ungkap Ketidakseimbangan Ekonomi Rusia
"AI, pertama dan terutama, harus dilihat sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi, bukan untuk menggantikan manusia. Itulah mengapa membekali pekerja dengan kompetensi baru di bidang teknologi menjadi prioritas utama saat ini, khususnya bagi sistem pendidikan tinggi kami," tegas Golikova.
Lihat Juga :