Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun

Senin, 15 Juni 2026 - 14:28 WIB
loading...
Utang Luar Negeri Indonesia...
Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada April 2026. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada April 2026 mencapai USD439,8 miliar atau setara Rp7.795 triliun. Secara tahunan, nilai tersebut tumbuh 1,9%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 1,0% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN sektor publik di tengah kontraksi ULN sektor swasta yang berlanjut," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi pada Senin (15/6/2026).

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Jadi Rp7.153 Triliun per November 2025

BI mencatat posisi ULN pemerintah pada April 2026 sebesar USD216,4 miliar. Pertumbuhan utang pemerintah tercatat 3,6% secara tahunan, sedikit melambat dibandingkan 3,8% pada Maret 2026.

Menurut Denny, perkembangan ULN pemerintah terutama dipengaruhi oleh masuknya aliran modal asing ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) internasional yang mencerminkan masih terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.



Pemerintah, lanjutnya, terus mengelola utang luar negeri secara cermat, terukur, dan akuntabel sebagai salah satu instrumen pembiayaan APBN. Dana tersebut diarahkan untuk mendukung program-program prioritas guna menjaga keberlanjutan fiskal dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

Berdasarkan penggunaannya, ULN pemerintah antara lain dimanfaatkan untuk sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 22,1% dari total ULN pemerintah, administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib 20,5%, jasa pendidikan 16,2%, konstruksi 11,5%, serta transportasi dan pergudangan 8,5%. BI juga mencatat utang pemerintah hampir seluruhnya merupakan utang jangka panjang dengan porsi mencapai 99,99%.

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.658 Triliun di Kuartal I-2026

Sementara itu, ULN swasta masih mengalami kontraksi. Pada April 2026, posisi ULN swasta tercatat sebesar USD193,2 miliar atau terkontraksi 0,7% secara tahunan, meski membaik dibandingkan kontraksi 1,4% pada bulan sebelumnya.

Kontraksi tersebut terutama dipengaruhi oleh kelompok peminjam lembaga keuangan yang mencatat penyusutan 5,0% secara tahunan. Adapun sektor dengan porsi ULN swasta terbesar berasal dari industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian, dengan pangsa mencapai 79,6% dari total ULN swasta.

BI menilai struktur ULN Indonesia tetap sehat. Hal itu tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 29,6% pada April 2026, serta dominasi utang jangka panjang yang mencapai 84,5% dari total utang luar negeri nasional.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Rekomendasi
BGN Stop Penyaluran...
BGN Stop Penyaluran MBG selama Libur Sekolah
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 72: Ketegangan Memuncak! Sena Nekat Terjun ke Operasi Penyergapan di Tengah Demam Tinggi!
Berita Terkini
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved