Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Rabu, 17 Juni 2026 - 16:08 WIB
loading...
A
A
A
"Kalian (Iran) akan mencapai tujuan kalian (menghentikan AS-Israel) tanpa perlu menyerang kami," bunyi pesan rahasia Qatar kepada Teheran, seperti ditirukan oleh seorang pejabat yang mengetahui komunikasi tersebut.
Baca Juga: Prabowo Bertemu Menlu Qatar di Istana Merdeka, Ini Tiga Poin yang Dibahas
Seorang perwira keamanan regional menyebut tindakan Qatar ini sebagai bentuk survival mode (mode bertahan hidup) yang ekstrem. Qatar panik karena jika kompleks Ras Laffan hancur lebur dihantam rudal, dibutuhkan waktu sedikitnya 10 tahun untuk bisa memulihkan operasionalnya kembali.
Bahkan, kompromi sepihak itu berakhir zonk. Pada pertengahan Maret, sebuah rudal Iran tetap melesat dan menghantam fasilitas Ras Laffan hingga menimbulkan kerusakan parah.
Tak berhenti di situ, setelah Israel membalas dengan menggempur ladang minyak Iran, Teheran justru meluncurkan serangan gelombang kedua ke infrastruktur Qatar. Menteri Energi Qatar, Saad Sherida al-Kaabi, mengamuk dan mengutuk keras serangan itu sebagai hantaman terhadap keamanan energi global, seraya menyebut perbaikan kilang akan memakan waktu 3 hingga 5 tahun.
Merespons laporan miring ini, Kantor Media Internasional Qatar langsung merilis bantahan keras dan menyebut investigasi The Washington Post adalah hoaks berbahaya.
Baca Juga: Prabowo Bertemu Menlu Qatar di Istana Merdeka, Ini Tiga Poin yang Dibahas
Seorang perwira keamanan regional menyebut tindakan Qatar ini sebagai bentuk survival mode (mode bertahan hidup) yang ekstrem. Qatar panik karena jika kompleks Ras Laffan hancur lebur dihantam rudal, dibutuhkan waktu sedikitnya 10 tahun untuk bisa memulihkan operasionalnya kembali.
Realitas Pahit: Dikhianati Iran dan Bantahan Keras Pemerintah Qatar
Namun kita bisa melihat intrik politik ini berakhir tragis bagi Qatar. Meski Qatar benar-benar nekat menutup total kilang Ras Laffan pada awal Maret 2026, Iran ternyata tidak pernah memberikan konfirmasi resmi setuju terhadap kesepakatan tersebut.Bahkan, kompromi sepihak itu berakhir zonk. Pada pertengahan Maret, sebuah rudal Iran tetap melesat dan menghantam fasilitas Ras Laffan hingga menimbulkan kerusakan parah.
Tak berhenti di situ, setelah Israel membalas dengan menggempur ladang minyak Iran, Teheran justru meluncurkan serangan gelombang kedua ke infrastruktur Qatar. Menteri Energi Qatar, Saad Sherida al-Kaabi, mengamuk dan mengutuk keras serangan itu sebagai hantaman terhadap keamanan energi global, seraya menyebut perbaikan kilang akan memakan waktu 3 hingga 5 tahun.
Merespons laporan miring ini, Kantor Media Internasional Qatar langsung merilis bantahan keras dan menyebut investigasi The Washington Post adalah hoaks berbahaya.
Lihat Juga :