Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:25 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Ekonom Myrdal Gunarto menilai risiko utang luar negeri (ULN) Indonesia saat ini masih relatif terkendali karena kenaikannya belum terlalu agresif. Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan utang luar negeri Indonesia pada April 2026 hanya sebesar 1,9 persen secara tahunan.
“Perkembangan utang luar negeri kita memang pertumbuhannya masih pelan. Ini masih mencerminkan ketergantungan yang relatif rendah dari pemerintah ataupun pelaku bisnis swasta terhadap kebutuhan mereka untuk melakukan utang luar negeri,” kata Myrdal.
Ia menjelaskan bahwa sektor swasta saat ini masih cenderung berhati-hati melakukan ekspansi akibat ketidakpastian global, sehingga kenaikan utang lebih banyak berasal dari kebutuhan pembiayaan pemerintah dan refinancing utang jatuh tempo.
Di sisi lain, Myrdal Gunarto menilai diversifikasi sumber pembiayaan yang dilakukan pemerintah juga menunjukkan langkah antisipatif yang positif.
“Panda Bond bagus karena yield-nya terlihat lebih rendah dibandingkan instrumen surat utang dalam mata uang lain. Ini menjadi keuntungan bagi pemerintah untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan kebutuhan APBN,” ujarnya.
“Perkembangan utang luar negeri kita memang pertumbuhannya masih pelan. Ini masih mencerminkan ketergantungan yang relatif rendah dari pemerintah ataupun pelaku bisnis swasta terhadap kebutuhan mereka untuk melakukan utang luar negeri,” kata Myrdal.
Ia menjelaskan bahwa sektor swasta saat ini masih cenderung berhati-hati melakukan ekspansi akibat ketidakpastian global, sehingga kenaikan utang lebih banyak berasal dari kebutuhan pembiayaan pemerintah dan refinancing utang jatuh tempo.
Di sisi lain, Myrdal Gunarto menilai diversifikasi sumber pembiayaan yang dilakukan pemerintah juga menunjukkan langkah antisipatif yang positif.
“Panda Bond bagus karena yield-nya terlihat lebih rendah dibandingkan instrumen surat utang dalam mata uang lain. Ini menjadi keuntungan bagi pemerintah untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan kebutuhan APBN,” ujarnya.
(akr)
Lihat Juga :