Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:25 WIB
loading...
A
A
A
Pandangan serupa disampaikan Ekonom Senior INDEF, Prof. Didik J. Rachbini. Ia menilai kritik yang menyebut disiplin fiskal pemerintah memburuk tidak sepenuhnya sesuai dengan perkembangan data terkini.
“Saya cermati, kondisi fiskal cukup baik dengan pendapatan dan pengeluaran masih dalam toleransi yang memadai. Terutama soal defisit sampai Mei 2026, terjaga 0,7 persen terhadap PDB. Mudah-mudahan ini terus terjaga sampai kuartal kedua,” kata Didik.
Baca Juga: Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
Menurutnya, kemampuan pemerintah menjaga defisit pada level rendah menunjukkan pengelolaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN masih berada pada jalur yang sehat. Selain itu, pendapatan negara juga mengalami peningkatan yang signifikan.
“Pendapatan fiskal meningkat sekitar 19 persen secara tahunan hingga Mei 2026. Penerimaan pajak naik 22 persen dan menjadi salah satu penopang utama stabilitas fiskal kita,” ujarnya.
Didik juga menyoroti pembiayaan fiskal yang telah mencapai Rp379,4 triliun atau setara 55,1% dari target tahunan. “Artinya ada penyediaan pendanaan yang cukup untuk mendukung pelaksanaan anggaran di sisa tahun ini,” tambahnya.
“Saya cermati, kondisi fiskal cukup baik dengan pendapatan dan pengeluaran masih dalam toleransi yang memadai. Terutama soal defisit sampai Mei 2026, terjaga 0,7 persen terhadap PDB. Mudah-mudahan ini terus terjaga sampai kuartal kedua,” kata Didik.
Baca Juga: Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
Menurutnya, kemampuan pemerintah menjaga defisit pada level rendah menunjukkan pengelolaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN masih berada pada jalur yang sehat. Selain itu, pendapatan negara juga mengalami peningkatan yang signifikan.
“Pendapatan fiskal meningkat sekitar 19 persen secara tahunan hingga Mei 2026. Penerimaan pajak naik 22 persen dan menjadi salah satu penopang utama stabilitas fiskal kita,” ujarnya.
Didik juga menyoroti pembiayaan fiskal yang telah mencapai Rp379,4 triliun atau setara 55,1% dari target tahunan. “Artinya ada penyediaan pendanaan yang cukup untuk mendukung pelaksanaan anggaran di sisa tahun ini,” tambahnya.
Lihat Juga :