Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Minggu, 21 Juni 2026 - 08:18 WIB
loading...
A
A
A
Data Reuters mencatatkan impor minyak mentah India pada April mencapai 4,57 juta barel per hari atau turun 15,5% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Penurunan itu terjadi seiring langkah diversifikasi pasokan minyak dari Venezuela, Brasil, Angola, dan Nigeria.
Baca Juga: Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Kementerian Perminyakan India melaporkan tagihan impor energi negara itu pada Mei mencapai sekitar USD18,7 miliar atau melonjak hampir 82% dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut dipicu mahalnya harga minyak non-Teluk, premi asuransi risiko perang, serta tarif kapal tanker yang masih tinggi akibat terbatasnya armada pengangkut.
Di Asia Timur, perusahaan penyulingan Korea Selatan justru meningkatkan ekspor bahan bakar untuk mengantisipasi penurunan harga ketika pasokan minyak Teluk mulai membanjiri pasar. Sementara itu, analis Kpler memperkirakan proses penguraian antrean kapal di Selat Hormuz dapat memakan waktu hingga 30 hari sebelum arus distribusi kembali normal sepenuhnya
Baca Juga: Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Kementerian Perminyakan India melaporkan tagihan impor energi negara itu pada Mei mencapai sekitar USD18,7 miliar atau melonjak hampir 82% dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut dipicu mahalnya harga minyak non-Teluk, premi asuransi risiko perang, serta tarif kapal tanker yang masih tinggi akibat terbatasnya armada pengangkut.
Di Asia Timur, perusahaan penyulingan Korea Selatan justru meningkatkan ekspor bahan bakar untuk mengantisipasi penurunan harga ketika pasokan minyak Teluk mulai membanjiri pasar. Sementara itu, analis Kpler memperkirakan proses penguraian antrean kapal di Selat Hormuz dapat memakan waktu hingga 30 hari sebelum arus distribusi kembali normal sepenuhnya
(nng)
Lihat Juga :