SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Selasa, 23 Juni 2026 - 22:02 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, peternak unggas lokal menghadapi tingginya biaya pakan yang mencapai sekitar Rp48 juta per bulan akibat ketergantungan pasokan dari luar daerah. Untuk menjawab persoalan tersebut, PT Solusi Bangun Andalas pada 2024 menginisiasi program Sakeladera bersama komunitas Bank Sampah Generasi Milenial (Basagemil).
Melalui program itu, perusahaan memberikan bantuan peralatan pengolahan sampah kelapa menjadi cocopeat, edukasi, serta pendampingan kepada masyarakat agar limbah kelapa dapat dimanfaatkan sebagai alternatif campuran pakan ternak.
Vita mengatakan program Sakeladera merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan SIG yang sejalan dengan Sustainability Roadmap SIG 2030, khususnya pada aspek perlindungan lingkungan dan penciptaan nilai bagi masyarakat.
Program tersebut berhasil menurunkan volume sampah kelapa menjadi sekitar 20 hingga 24 ton per bulan dari sebelumnya mencapai 60 ton per bulan. Selain itu, penggunaan cocopeat sebagai campuran pakan ternak membantu peternak unggas di Lhoknga menekan biaya pakan hingga 60 persen atau sekitar Rp28,2 juta per bulan.
Program Sakeladera juga melibatkan 28 warga dalam rantai pasok mulai dari pengumpulan, pemilahan, pengolahan, hingga distribusi cocopeat. Produk tersebut bahkan telah lulus uji laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Industri terkait kandungan kalsium dan protein.
Melalui program itu, perusahaan memberikan bantuan peralatan pengolahan sampah kelapa menjadi cocopeat, edukasi, serta pendampingan kepada masyarakat agar limbah kelapa dapat dimanfaatkan sebagai alternatif campuran pakan ternak.
Vita mengatakan program Sakeladera merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan SIG yang sejalan dengan Sustainability Roadmap SIG 2030, khususnya pada aspek perlindungan lingkungan dan penciptaan nilai bagi masyarakat.
Program tersebut berhasil menurunkan volume sampah kelapa menjadi sekitar 20 hingga 24 ton per bulan dari sebelumnya mencapai 60 ton per bulan. Selain itu, penggunaan cocopeat sebagai campuran pakan ternak membantu peternak unggas di Lhoknga menekan biaya pakan hingga 60 persen atau sekitar Rp28,2 juta per bulan.
Program Sakeladera juga melibatkan 28 warga dalam rantai pasok mulai dari pengumpulan, pemilahan, pengolahan, hingga distribusi cocopeat. Produk tersebut bahkan telah lulus uji laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Industri terkait kandungan kalsium dan protein.
Lihat Juga :