Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:21 WIB
loading...
A A A
Lebih lanjut dia mengatakan, Secara filosofis, gagasan integrasi CSR nasional sesungguhnya memiliki akar yang sangat kuat dalam nilai-nilai Pancasila. Sila Kelima menegaskan: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Dia menambahkan, keadilan sosial tidak dapat diwujudkan apabila akses terhadap sumber daya pembangunan hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu. Keadilan sosial juga tidak dapat tercapai apabila kekuatan ekonomi nasional berjalan sendiri tanpa keterhubungan dengan agenda kesejahteraan rakyat.

Oleh karena itu, kata dia, keterlibatan dunia usaha dalam pembiayaan pembangunan sosial bukanlah beban, melainkan manifestasi gotong royong nasional dalam bentuk modern. Dia mengatakan, gotong royong tidak lagi diwujudkan melalui kerja bakti semata, tetapi melalui kolaborasi negara dan korporasi dalam membangun kesejahteraan rakyat.

"Dalam konteks inilah Program MBG dapat dipandang sebagai proyek gotong royong terbesar bangsa Indonesia pada abad ke-21," ujarnya.

Dia pun berbicara regulasi baru yang sudah saatnya dilahirkan. Tentu saja, lanjut dia, gagasan integrasi dana CSR nasional tidak dapat berjalan hanya berdasarkan semangat moral. Menurut dia, diperlukan landasan hukum yang kuat.

Karena itu, kata dia, sudah saatnya Indonesia mulai membahas pembentukan Undang-Undang Integrasi Dana CSR Nasional yang mengatur tata kelola penghimpunan dana, Kewenangan lembaga pengelola, Mekanisme distribusi, Sistem pengawasan, dan Transparansi digital, Partisipasi masyarakat, serta Audit independen.

Regulasi tersebut harus dirancang secara hati-hati agar tidak menghilangkan fleksibilitas perusahaan dalam menjalankan CSR, sekaligus memastikan manfaat sosial yang lebih luas bagi masyarakat. Menurut dia, Indonesia Emas 2045 tidak akan lahir hanya melalui pembangunan gedung, jalan tol, pelabuhan, atau kawasan industri.

Dia menambahkan, Indonesia Emas akan lahir dari anak-anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan memiliki gizi yang cukup. "Karena itu, Program Makan Bergizi Gratis harus dipandang sebagai investasi nasional jangka panjang yang memerlukan dukungan seluruh elemen bangsa," ujarnya.

Dia berpendapat, dunia usaha tidak boleh berjalan sendiri. Masyarakat juga tidak dapat dibiarkan menjadi penonton. Saatnya membangun model baru pembiayaan sosial nasional yang menggabungkan kekuatan negara, korporasi, dan masyarakat dalam satu visi besar: mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Optimalisasi dana CSR nasional melalui sinergi dengan Danantara bukan sekadar alternatif pembiayaan Program MBG. Lebih dari itu, gagasan ini dapat menjadi fondasi lahirnya arsitektur baru negara kesejahteraan Indonesia yang modern, berkelanjutan, transparan, dan berkeadilan," imbuhnya.

"Dan apabila hal itu berhasil diwujudkan, maka sejarah akan mencatat bahwa Indonesia tidak hanya berhasil membangun ekonomi yang kuat, tetapi juga berhasil membangun sistem gotong royong nasional yang mampu mengubah kekuatan korporasi menjadi kekuatan kesejahteraan rakyat," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
Wakil Kepala BPS Canangkan...
Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah: Ada Jutaan Harapan di Balik Data Statistik
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
Lippoland Raih Top CSR...
Lippoland Raih Top CSR Awards 2026, Perkuat Komitmen Implementasi ESG
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
Rekomendasi
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
Berita Terkini
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved