Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Rabu, 24 Juni 2026 - 12:54 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
Sementara top gainers pada siang hari ini yaitu PTPW menguat 24,79% ke level 1.510, BHAT menguat 23,86% ke level 1.635, EMDE menguat 21,88% ke level 78, BOGA menguat 20% ke level 1.710, dan CITY menguat 14,47% ke level 182.
Adapun top losers terdiri dari CBPE tertekan 12,74% ke level 274, ARKO melemah 12,66% ke level 4.760, BALI melemah 12,54% ke level 1.290, BRMS melemah ke level 10,16 persen ke level 575, dan BUKK melemah 10,04% ke level 1.120.
Sebagai informasi penyedia indeks global MSCI (Morgan Stanley Capital International) dalam laporannya MSCI 2026 Market Classification Review yang dirilis pada Selasa (23/6), mengungkapkan bahwa investor institusi internasional masih menyampaikan kekhawatiran terkait transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi di pasar saham Indonesia.
Meski Indonesia sejauh ini tetap dipertahankan sebagai emerging market, MSCI tetap memberikan dua catatan terhadap aspek transparansi kepemilikan saham dan praktik coordinated trading. Lembaga penyedia indeks global itu akan kembali mengevaluasi perkembangan pasar modal Indonesia hingga jadwal peninjauan berikutnya pada November 2026.
Sementara top gainers pada siang hari ini yaitu PTPW menguat 24,79% ke level 1.510, BHAT menguat 23,86% ke level 1.635, EMDE menguat 21,88% ke level 78, BOGA menguat 20% ke level 1.710, dan CITY menguat 14,47% ke level 182.
Adapun top losers terdiri dari CBPE tertekan 12,74% ke level 274, ARKO melemah 12,66% ke level 4.760, BALI melemah 12,54% ke level 1.290, BRMS melemah ke level 10,16 persen ke level 575, dan BUKK melemah 10,04% ke level 1.120.
Sebagai informasi penyedia indeks global MSCI (Morgan Stanley Capital International) dalam laporannya MSCI 2026 Market Classification Review yang dirilis pada Selasa (23/6), mengungkapkan bahwa investor institusi internasional masih menyampaikan kekhawatiran terkait transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi di pasar saham Indonesia.
Meski Indonesia sejauh ini tetap dipertahankan sebagai emerging market, MSCI tetap memberikan dua catatan terhadap aspek transparansi kepemilikan saham dan praktik coordinated trading. Lembaga penyedia indeks global itu akan kembali mengevaluasi perkembangan pasar modal Indonesia hingga jadwal peninjauan berikutnya pada November 2026.
(akr)
Lihat Juga :