Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Rabu, 24 Juni 2026 - 21:21 WIB
loading...
A
A
A
Reuters melaporkan harga minyak Dubai cash diperdagangkan dengan diskon 27 sen per barel, berbalik tajam dari premi di atas USD60 per barel pada Maret lalu. Sementara, minyak mentah Forties Laut Utara juga turun menjadi diskon USD1 terhadap dated Brent, level terlemah sejak November 2025.
Meski pasokan kembali meningkat, sejumlah analis menilai harga minyak sulit kembali ke level sebelum perang di kisaran USD60-70 per barel dalam waktu dekat. Selama konflik berlangsung sekitar empat bulan, pasokan minyak global disebut menyusut hingga 1,15 miliar barel, sementara cadangan strategis minyak Amerika Serikat turun ke level terendah sejak 1983.
Baca Juga: 80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Macquarie memperkirakan harga Brent rata-rata berada di kisaran USD77 per barel sepanjang 2026 sebelum turun menjadi sekitar USD64 per barel pada 2027. Sementara Fitch Ratings memproyeksikan pasar minyak global baru kembali mengalami kelebihan pasokan mulai September mendatang.
International Energy Agency (IEA) memperkirakan dibutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk memulihkan kehilangan pasokan global meskipun produksi minyak dunia meningkat hingga 5 juta barel per hari di atas permintaan pasar.
Meski pasokan kembali meningkat, sejumlah analis menilai harga minyak sulit kembali ke level sebelum perang di kisaran USD60-70 per barel dalam waktu dekat. Selama konflik berlangsung sekitar empat bulan, pasokan minyak global disebut menyusut hingga 1,15 miliar barel, sementara cadangan strategis minyak Amerika Serikat turun ke level terendah sejak 1983.
Baca Juga: 80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Macquarie memperkirakan harga Brent rata-rata berada di kisaran USD77 per barel sepanjang 2026 sebelum turun menjadi sekitar USD64 per barel pada 2027. Sementara Fitch Ratings memproyeksikan pasar minyak global baru kembali mengalami kelebihan pasokan mulai September mendatang.
International Energy Agency (IEA) memperkirakan dibutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk memulihkan kehilangan pasokan global meskipun produksi minyak dunia meningkat hingga 5 juta barel per hari di atas permintaan pasar.
(nng)
Lihat Juga :