Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
Jum'at, 26 Juni 2026 - 15:04 WIB
loading...
A
A
A
1. Zhou Yongkang
Mantan pejabat keamanan paling berpengaruh di China ini divonis penjara seumur hidup pada 2015. Dalam putusan pengadilan disebutkan ia menyalahgunakan kekuasaan untuk membantu keluarga dan kerabat memperoleh keuntungan bisnis dalam jumlah besar, terutama di sektor minyak dan energi. Kasus Zhou menjadi salah satu pemicu lahirnya aturan yang membatasi bisnis keluarga pejabat.
2. Ling Jihua
Ling Jihua juga dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah terbukti menerima suap dan menyalahgunakan jabatan. Otoritas antikorupsi menyatakan ia menerima uang serta berbagai keuntungan melalui istrinya dan menggunakan pengaruh politiknya untuk membantu kepentingan bisnis sang istri.
Ratusan Pejabat China Terdampak
Efektivitas aturan tersebut mulai terlihat setelah diterapkan di Shanghai. Pemeriksaan terhadap 1.802 pejabat menemukan pelanggaran pada 182 pejabat. Sebagian besar memilih agar anggota keluarganya menghentikan kegiatan usaha, sementara beberapa kasus berujung penyelidikan dugaan korupsi. Hasil itu kemudian mendorong pemerintah pusat memperluas uji coba ke wilayah lain di Tiongkok.
Bagi pemerintah China, pembatasan bisnis keluarga pejabat merupakan salah satu instrumen penting untuk mencegah nepotisme, memperkecil konflik kepentingan, dan memperkuat integritas aparatur negara di tengah kampanye antikorupsi yang terus digencarkan.
Mantan pejabat keamanan paling berpengaruh di China ini divonis penjara seumur hidup pada 2015. Dalam putusan pengadilan disebutkan ia menyalahgunakan kekuasaan untuk membantu keluarga dan kerabat memperoleh keuntungan bisnis dalam jumlah besar, terutama di sektor minyak dan energi. Kasus Zhou menjadi salah satu pemicu lahirnya aturan yang membatasi bisnis keluarga pejabat.
2. Ling Jihua
Ling Jihua juga dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah terbukti menerima suap dan menyalahgunakan jabatan. Otoritas antikorupsi menyatakan ia menerima uang serta berbagai keuntungan melalui istrinya dan menggunakan pengaruh politiknya untuk membantu kepentingan bisnis sang istri.
Ratusan Pejabat China Terdampak
Efektivitas aturan tersebut mulai terlihat setelah diterapkan di Shanghai. Pemeriksaan terhadap 1.802 pejabat menemukan pelanggaran pada 182 pejabat. Sebagian besar memilih agar anggota keluarganya menghentikan kegiatan usaha, sementara beberapa kasus berujung penyelidikan dugaan korupsi. Hasil itu kemudian mendorong pemerintah pusat memperluas uji coba ke wilayah lain di Tiongkok.
Bagi pemerintah China, pembatasan bisnis keluarga pejabat merupakan salah satu instrumen penting untuk mencegah nepotisme, memperkecil konflik kepentingan, dan memperkuat integritas aparatur negara di tengah kampanye antikorupsi yang terus digencarkan.
(akr)
Lihat Juga :