PNM Mekaar Salurkan Pembiayaan 23,3 Juta Nasabah Prasejahtera
Jum'at, 26 Juni 2026 - 18:30 WIB
loading...
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) telah melayani 23,3 juta nasabah PNM Mekaar di seluruh Indonesia. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyatakan telah melayani 23,3 juta nasabah PNM Mekaar di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan dan pemberdayaan bagi masyarakat prasejahtera. Mayoritas nasabah merupakan perempuan pelaku usaha ultra mikro yang menjadi penopang ekonomi keluarga.
"Setiap pembiayaan yang diberikan harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup nasabah dan keluarganya. Karena itu kami tidak hanya hadir sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai sahabat pemberdayaan yang mendampingi perempuan prasejahtera untuk tumbuh, berdaya, dan memiliki masa depan yang lebih baik," kata Direktur Utama PNM Kindaris dalam pernyataannya, Jumat (26/6/2026).
Baca Juga: Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
PNM menyebut keberhasilan program tidak hanya diukur dari besarnya penyaluran pembiayaan, tetapi juga dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan nasabah. Melalui pendekatan yang menggabungkan pembiayaan, pendampingan usaha, dan penguatan karakter, perusahaan berupaya mendorong perubahan yang berkelanjutan bagi keluarga prasejahtera.
Berdasarkan kajian independen INDEKSTAT pada 2025, pendapatan bersih nasabah PNM meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan atau bertambah sekitar Rp875 ribu per bulan. Kajian tersebut juga mencatat kemampuan pengembangan usaha nasabah meningkat hampir 29%, yang menunjukkan efektivitas pembiayaan disertai pendampingan dalam memperkuat usaha ultra mikro.
Saat ini PNM melayani nasabah di 36 provinsi melalui 58 kantor cabang dan lebih dari 4.000 unit layanan Mekaar. Operasional perusahaan didukung lebih dari 43 ribu Account Officer yang melakukan pendampingan langsung kepada nasabah hingga tingkat akar rumput.
Baca Juga: Kisah Inspiratif Nasabah PNM Warnai Grand Final Pro Futsal League 2026
Menurut PNM, sebagian besar nasabah berasal dari kelompok unbankable dan unfeasible yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal maupun teknologi digital. Karena itu, perusahaan menilai pemberdayaan harus dilakukan secara inklusif dan berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas usaha, kepercayaan diri, dan ketahanan ekonomi keluarga.
Dengan semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, PNM menyatakan akan terus memperluas dampak pemberdayaan agar semakin banyak perempuan prasejahtera mampu naik kelas. Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi nasabah dalam membangun usaha yang lebih kuat, keluarga yang lebih sejahtera, dan masa depan yang lebih berdaya.
"Setiap pembiayaan yang diberikan harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup nasabah dan keluarganya. Karena itu kami tidak hanya hadir sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai sahabat pemberdayaan yang mendampingi perempuan prasejahtera untuk tumbuh, berdaya, dan memiliki masa depan yang lebih baik," kata Direktur Utama PNM Kindaris dalam pernyataannya, Jumat (26/6/2026).
Baca Juga: Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
PNM menyebut keberhasilan program tidak hanya diukur dari besarnya penyaluran pembiayaan, tetapi juga dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan nasabah. Melalui pendekatan yang menggabungkan pembiayaan, pendampingan usaha, dan penguatan karakter, perusahaan berupaya mendorong perubahan yang berkelanjutan bagi keluarga prasejahtera.
Berdasarkan kajian independen INDEKSTAT pada 2025, pendapatan bersih nasabah PNM meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan atau bertambah sekitar Rp875 ribu per bulan. Kajian tersebut juga mencatat kemampuan pengembangan usaha nasabah meningkat hampir 29%, yang menunjukkan efektivitas pembiayaan disertai pendampingan dalam memperkuat usaha ultra mikro.
Saat ini PNM melayani nasabah di 36 provinsi melalui 58 kantor cabang dan lebih dari 4.000 unit layanan Mekaar. Operasional perusahaan didukung lebih dari 43 ribu Account Officer yang melakukan pendampingan langsung kepada nasabah hingga tingkat akar rumput.
Baca Juga: Kisah Inspiratif Nasabah PNM Warnai Grand Final Pro Futsal League 2026
Menurut PNM, sebagian besar nasabah berasal dari kelompok unbankable dan unfeasible yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal maupun teknologi digital. Karena itu, perusahaan menilai pemberdayaan harus dilakukan secara inklusif dan berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas usaha, kepercayaan diri, dan ketahanan ekonomi keluarga.
Dengan semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, PNM menyatakan akan terus memperluas dampak pemberdayaan agar semakin banyak perempuan prasejahtera mampu naik kelas. Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi nasabah dalam membangun usaha yang lebih kuat, keluarga yang lebih sejahtera, dan masa depan yang lebih berdaya.
(nng)
Lihat Juga :