Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Minggu, 28 Juni 2026 - 09:59 WIB
loading...
Bandara Husein Sastranegara di Bandung kembali melayani penerbangan komersial berjadwal mulai 17 September 2026. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan operasional Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, tetap akan dioptimalkan meski Bandara Husein Sastranegara di Bandung kembali melayani penerbangan komersial berjadwal mulai 17 September 2026.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan, pembukaan kembali Bandara Husein tidak mengurangi komitmen pemerintah dalam mengembangkan Kertajati sebagai salah satu simpul penting penerbangan nasional.
"Kita fokusnya supaya bandara itu bisa beroperasi secara optimal," ujar Dudy dalam media briefing di Jakarta, Jumat (26/6).
Menurut Dudy, optimalisasi Kertajati tidak hanya mengandalkan layanan penerbangan penumpang, tetapi juga diarahkan menjadi pusat berbagai kegiatan industri penerbangan. Salah satu yang didorong adalah pengembangan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) atau perawatan pesawat.
Baca Juga: Isu Bandara Kertajati Jadi Pangkalan Militer Amerika, Kemhan: Belum Ada Putusan Final
Ia mengatakan, saat ini sudah terdapat aktivitas perawatan pesawat di Kertajati yang dilakukan oleh GMF AeroAsia. Pemerintah pun membuka peluang bagi pengembangan aktivitas aviasi lainnya agar pemanfaatan bandara semakin maksimal.
"Di sana tidak hanya penerbangan, tapi juga kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan penerbangan, seperti maintenance dan sebagainya itu kita dorong supaya bisa memanfaatkan Bandara Kertajati," kata Dudy.
Selain itu, Kementerian Perhubungan mengungkapkan Kementerian Pertahanan juga tengah membahas kemungkinan menjadikan Bandara Kertajati sebagai lokasi fasilitas perawatan pesawat angkut Hercules.
Menurut Dudy, pembicaraan tersebut melibatkan pihak pabrikan pesawat dari Amerika Serikat. Jika terealisasi, fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan Bandara Kertajati sekaligus mendukung industri pemeliharaan pesawat di dalam negeri.
Baca Juga: 5 Bandara Paling Sepi di Indonesia, Dua Peringkat Terakhir Mati Suri
"Kemudian dari Kementerian Pertahanan memang ada pembicaraan dengan pihak pabrikan Amerika untuk perawatan pesawat Hercules. Kita terbuka apa saja yang berkaitan dengan optimalisasi Bandara Kertajati," ujarnya.
Sementara itu, Bandara Husein Sastranegara dijadwalkan kembali melayani penerbangan komersial mulai 17 September 2026 setelah hampir tiga tahun seluruh penerbangan berjadwal dialihkan ke Kertajati.
Menhub mengatakan, sebelum kembali beroperasi, pemerintah bersama operator bandara akan memastikan seluruh fasilitas, termasuk terminal penumpang, siap melayani peningkatan jumlah penumpang dan operasional pesawat jet.
Meski Husein kembali dibuka, Kemenhub menegaskan Bandara Kertajati tetap akan melayani penerbangan domestik maupun internasional, sembari dikembangkan menjadi pusat aktivitas pendukung industri penerbangan agar pemanfaatannya semakin optimal.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan, pembukaan kembali Bandara Husein tidak mengurangi komitmen pemerintah dalam mengembangkan Kertajati sebagai salah satu simpul penting penerbangan nasional.
"Kita fokusnya supaya bandara itu bisa beroperasi secara optimal," ujar Dudy dalam media briefing di Jakarta, Jumat (26/6).
Menurut Dudy, optimalisasi Kertajati tidak hanya mengandalkan layanan penerbangan penumpang, tetapi juga diarahkan menjadi pusat berbagai kegiatan industri penerbangan. Salah satu yang didorong adalah pengembangan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) atau perawatan pesawat.
Baca Juga: Isu Bandara Kertajati Jadi Pangkalan Militer Amerika, Kemhan: Belum Ada Putusan Final
Ia mengatakan, saat ini sudah terdapat aktivitas perawatan pesawat di Kertajati yang dilakukan oleh GMF AeroAsia. Pemerintah pun membuka peluang bagi pengembangan aktivitas aviasi lainnya agar pemanfaatan bandara semakin maksimal.
"Di sana tidak hanya penerbangan, tapi juga kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan penerbangan, seperti maintenance dan sebagainya itu kita dorong supaya bisa memanfaatkan Bandara Kertajati," kata Dudy.
Selain itu, Kementerian Perhubungan mengungkapkan Kementerian Pertahanan juga tengah membahas kemungkinan menjadikan Bandara Kertajati sebagai lokasi fasilitas perawatan pesawat angkut Hercules.
Menurut Dudy, pembicaraan tersebut melibatkan pihak pabrikan pesawat dari Amerika Serikat. Jika terealisasi, fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan Bandara Kertajati sekaligus mendukung industri pemeliharaan pesawat di dalam negeri.
Baca Juga: 5 Bandara Paling Sepi di Indonesia, Dua Peringkat Terakhir Mati Suri
"Kemudian dari Kementerian Pertahanan memang ada pembicaraan dengan pihak pabrikan Amerika untuk perawatan pesawat Hercules. Kita terbuka apa saja yang berkaitan dengan optimalisasi Bandara Kertajati," ujarnya.
Sementara itu, Bandara Husein Sastranegara dijadwalkan kembali melayani penerbangan komersial mulai 17 September 2026 setelah hampir tiga tahun seluruh penerbangan berjadwal dialihkan ke Kertajati.
Menhub mengatakan, sebelum kembali beroperasi, pemerintah bersama operator bandara akan memastikan seluruh fasilitas, termasuk terminal penumpang, siap melayani peningkatan jumlah penumpang dan operasional pesawat jet.
Meski Husein kembali dibuka, Kemenhub menegaskan Bandara Kertajati tetap akan melayani penerbangan domestik maupun internasional, sembari dikembangkan menjadi pusat aktivitas pendukung industri penerbangan agar pemanfaatannya semakin optimal.
(akr)
Lihat Juga :