Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
Rabu, 01 Juli 2026 - 14:48 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Indonesia–Belarus Business Forum and Business Matching di Jakarta, Selasa (30/6). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Indonesia dan Belarus terus memperkuat hubungan ekonomi bilateral melalui penyelenggaraan Indonesia–Belarus Business Forum and Business Matching di Jakarta, Selasa (30/6). Forum tersebut menjadi ajang mempertemukan pelaku usaha kedua negara guna mendorong peningkatan perdagangan, investasi, dan kemitraan ekonomi strategis.
"Forum bisnis ini merupakan platform strategis untuk memperkuat kerja sama antarpelaku usaha sekaligus menerjemahkan hubungan bilateral yang baik menjadi kemitraan ekonomi yang nyata," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Baca Juga: Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
Forum yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) bersama Belarusian Chamber of Commerce and Industry tersebut berlangsung di tengah upaya kedua negara memperluas jejaring bisnis dan memperkuat hubungan ekonomi bilateral. Momentum itu juga diperkuat dengan rencana kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko ke Indonesia pada 1-2 Juli 2026.
Airlangga mengatakan nilai perdagangan Indonesia dan Belarus pada 2025 mencapai sekitar USD221,3 juta atau meningkat sekitar 30% dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah Indonesia juga berkomitmen meningkatkan ekspor produk elektronik, perikanan, karet, kakao, serta turunan minyak sawit ke Belarus.
Deputi Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich mengatakan hubungan multisektor kedua negara terus berkembang sejak pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Lukashenko. Ia juga menyampaikan Presiden Lukashenko telah menandatangani undang-undang ratifikasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).
Karankevich turut mendukung pembentukan Indonesia–Belarus Business Council sebagai wadah memperkuat komunikasi dan kolaborasi dunia usaha kedua negara. Menurut dia, implementasi I-EAEU FTA akan membuka akses perdagangan Indonesia ke pasar Eurasian Economic Union (EAEU) yang memiliki populasi sekitar 180 juta jiwa.
Baca Juga: Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
Coordinating Vice Chairman for International Affairs Kadin Indonesia James T. Riady mengatakan kemitraan bisnis jangka panjang antara Indonesia dan Belarus berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi kedua negara.
Sementara itu, Chairman of the Belarusian Chamber of Commerce and Industry Mikhail Miatlikov menilai struktur ekonomi Indonesia dan Belarus saling melengkapi sehingga membuka peluang kerja sama yang luas di berbagai sektor. Forum bisnis tersebut juga dihadiri Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso.
"Forum bisnis ini merupakan platform strategis untuk memperkuat kerja sama antarpelaku usaha sekaligus menerjemahkan hubungan bilateral yang baik menjadi kemitraan ekonomi yang nyata," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Baca Juga: Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
Forum yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) bersama Belarusian Chamber of Commerce and Industry tersebut berlangsung di tengah upaya kedua negara memperluas jejaring bisnis dan memperkuat hubungan ekonomi bilateral. Momentum itu juga diperkuat dengan rencana kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko ke Indonesia pada 1-2 Juli 2026.
Airlangga mengatakan nilai perdagangan Indonesia dan Belarus pada 2025 mencapai sekitar USD221,3 juta atau meningkat sekitar 30% dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah Indonesia juga berkomitmen meningkatkan ekspor produk elektronik, perikanan, karet, kakao, serta turunan minyak sawit ke Belarus.
Deputi Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich mengatakan hubungan multisektor kedua negara terus berkembang sejak pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Lukashenko. Ia juga menyampaikan Presiden Lukashenko telah menandatangani undang-undang ratifikasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).
Karankevich turut mendukung pembentukan Indonesia–Belarus Business Council sebagai wadah memperkuat komunikasi dan kolaborasi dunia usaha kedua negara. Menurut dia, implementasi I-EAEU FTA akan membuka akses perdagangan Indonesia ke pasar Eurasian Economic Union (EAEU) yang memiliki populasi sekitar 180 juta jiwa.
Baca Juga: Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
Coordinating Vice Chairman for International Affairs Kadin Indonesia James T. Riady mengatakan kemitraan bisnis jangka panjang antara Indonesia dan Belarus berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi kedua negara.
Sementara itu, Chairman of the Belarusian Chamber of Commerce and Industry Mikhail Miatlikov menilai struktur ekonomi Indonesia dan Belarus saling melengkapi sehingga membuka peluang kerja sama yang luas di berbagai sektor. Forum bisnis tersebut juga dihadiri Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso.
(nng)
Lihat Juga :