Riset Ungkap Pendapatan Nasabah Mekaar Meningkat, Bukti Pemberdayaan UMKM Efektif
Rabu, 01 Juli 2026 - 17:19 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
Sebagai lembaga pemberdayaan perempuan terbesar di dunia, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperkuat perannya dalam membuka akses permodalan, pendampingan, dan peningkatan kapasitas bagi masyarakat prasejahtera, khususnya perempuan pengusaha ultra mikro.
Melalui program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), pemberdayaan yang dilakukan PNM tidak hanya mendorong pertumbuhan usaha, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan, kemampuan pengelolaan usaha, konsumsi rumah tangga, serta akses nasabah menuju layanan keuangan formal yang lebih tinggi.
Direktur Utama PNM, Kindaris, mengungkapkan bahwa dengan semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, hingga saat ini PNM telah melayani 23,3 juta nasabah dari kelompok subsisten yang sebelumnya kesulitan mendapatkan akses keuangan.
Dampak positif ini turut diperkuat oleh data penelitian dari Indekstat (2025) yang menunjukkan pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar rata-rata naik sebesar Rp875.738 per bulan. Selain itu, indeks kemampuan pengembangan usaha nasabah juga mengalami kenaikan sebesar 28,73%, beranjak dari kategori rendah menjadi kategori sedang.
Sementara itu, penelitian dari LPEM Universitas Indonesia juga menyebutkan bahwa implikasi ekonomi dari program ini berhasil membawa dampak peningkatan konsumsi rumah tangga secara nasional sebesar Rp7,13 triliun hingga tahun 2025. Tidak hanya itu, sebanyak 2,35 juta nasabah dilaporkan berhasil naik kelas ke sektor keuangan formal yang lebih tinggi.
Pemberdayaan Menyeluruh Melalui Tiga Modal Utama
"Program PNM Mekaar terus memberikan dampak langsung bagi jutaan wanita pengusaha ultra mikro di Indonesia. Kehadiran kami bukan hanya untuk membuka akses modal, tetapi juga membangun rasa percaya diri bagi nasabah untuk terus mengembangkan usaha dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga mereka," kata Kindaris di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Kindaris menjelaskan bahwa efektivitas perubahan yang dialami oleh nasabah merupakan buah dari pendekatan pemberdayaan yang dilakukan secara konsisten dan menyeluruh. Program pemberdayaan terintegrasi inilah yang menjadi pembeda utama antara PNM dengan lembaga pembiayaan lainnya.
"PNM membantu bukan saja dalam hal pembiayaan usaha, tetapi juga mendampingi nasabah dalam bentuk pelatihan berkelanjutan, literasi keuangan, literasi usaha, dan capacity building. Kami ingin memastikan setiap nasabah mendapatkan kesempatan untuk berkembang, mencapai kemakmuran keluarga, dan akhirnya mampu naik kelas. Inilah yang kami sebut sebagai pemberian modal finansial, sosial, dan intelektual secara bersamaan,” pungkas Kindaris
Melalui program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), pemberdayaan yang dilakukan PNM tidak hanya mendorong pertumbuhan usaha, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan, kemampuan pengelolaan usaha, konsumsi rumah tangga, serta akses nasabah menuju layanan keuangan formal yang lebih tinggi.
Direktur Utama PNM, Kindaris, mengungkapkan bahwa dengan semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, hingga saat ini PNM telah melayani 23,3 juta nasabah dari kelompok subsisten yang sebelumnya kesulitan mendapatkan akses keuangan.
Dampak positif ini turut diperkuat oleh data penelitian dari Indekstat (2025) yang menunjukkan pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar rata-rata naik sebesar Rp875.738 per bulan. Selain itu, indeks kemampuan pengembangan usaha nasabah juga mengalami kenaikan sebesar 28,73%, beranjak dari kategori rendah menjadi kategori sedang.
Sementara itu, penelitian dari LPEM Universitas Indonesia juga menyebutkan bahwa implikasi ekonomi dari program ini berhasil membawa dampak peningkatan konsumsi rumah tangga secara nasional sebesar Rp7,13 triliun hingga tahun 2025. Tidak hanya itu, sebanyak 2,35 juta nasabah dilaporkan berhasil naik kelas ke sektor keuangan formal yang lebih tinggi.
Pemberdayaan Menyeluruh Melalui Tiga Modal Utama
"Program PNM Mekaar terus memberikan dampak langsung bagi jutaan wanita pengusaha ultra mikro di Indonesia. Kehadiran kami bukan hanya untuk membuka akses modal, tetapi juga membangun rasa percaya diri bagi nasabah untuk terus mengembangkan usaha dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga mereka," kata Kindaris di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Kindaris menjelaskan bahwa efektivitas perubahan yang dialami oleh nasabah merupakan buah dari pendekatan pemberdayaan yang dilakukan secara konsisten dan menyeluruh. Program pemberdayaan terintegrasi inilah yang menjadi pembeda utama antara PNM dengan lembaga pembiayaan lainnya.
"PNM membantu bukan saja dalam hal pembiayaan usaha, tetapi juga mendampingi nasabah dalam bentuk pelatihan berkelanjutan, literasi keuangan, literasi usaha, dan capacity building. Kami ingin memastikan setiap nasabah mendapatkan kesempatan untuk berkembang, mencapai kemakmuran keluarga, dan akhirnya mampu naik kelas. Inilah yang kami sebut sebagai pemberian modal finansial, sosial, dan intelektual secara bersamaan,” pungkas Kindaris
(unt)
Lihat Juga :