Seluruh Laporan Keuangan BUMN Tahun 2025 Sudah Masuk Danantara, Intip Bocorannya
Kamis, 02 Juli 2026 - 15:30 WIB
loading...
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia mengumumkan seluruh BUMN sudah menyelesaikan penyusunan laporan keuangan Tahun Buku 2025. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia mengumumkan seluruh Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) yang berada dalam ekosistemnya telah menyelesaikan penyusunan laporan keuangan Tahun Buku 2025. Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas mengatakan, setelah seluruh laporan individual rampung.
Danantara kini melanjutkan proses penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang masih menunggu penyelesaian tahapan audit. "Laporan Keuangan Konsolidasian 2025 Danantara Indonesia masih berada dalam proses penyelesaian sesuai tahapan audit yang berlaku dan akan disampaikan setelah seluruh proses audit selesai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (2/7/2026).
Rohan menyebut sejumlah capaian kinerja BUMN selama periode April 2025 hingga April 2026, beberapa perusahaan pelat merah mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan. Bahkan sejumlah perusahaan juga berhasil mencetak laba dari posisi merugi sebelumnya.
Baca Juga: Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
BUMN yang berhasil mencetak laba signifikan misalnya Pertamina, yang membukukan laba Rp24,9 triliun atau naik 80%, Pupuk Indonesia dengan laba Rp4,8 triliun atau melonjak 202%. Lalu ada Pelindo yang mencatat kenaikan laba sebesar 169 persen menjadi Rp1,5 triliun.
Sementara itu, BRI berhasil mencetak laba Rp21,2 triliun hingga atau naik Rp2,8 triliun pada posisi April 2026. Bank Mandiri juga mengalami peningkatan laba menjadi Rp21,3 triliun, BNI berhasil mencetak laba Rp7,2 triliun hingga April 2026.
Danantara juga menyoroti keberhasilan sejumlah BUMN melakukan pembalikan kinerja (turnaround). Krakatau Steel berhasil membukukan laba Rp635 miliar setelah sebelumnya merugi Rp981 miliar.
Baca Juga: Spesial, Investor Patriot Bond Dilindungi dari Tuntutan Pidana hingga Pajak
Kimia Farma juga berbalik mencetak laba Rp108 miliar dari sebelumnya rugi Rp160 miliar, sedangkan Semen Indonesia membukukan laba Rp106 miliar setelah sebelumnya mengalami kerugian Rp66 miliar. Menurut Danantara, perbaikan tersebut ditopang restrukturisasi, transformasi bisnis, serta dukungan Danantara Asset Management (DAM).
Selain melaporkan peningkatan kinerja BUMN, Danantara mengungkapkan telah mulai merealisasikan mandat investasinya melalui sejumlah proyek strategis yang didanai antara lain dari dividen BUMN yang diterima pada 2025. Investasi tersebut mencakup pengembangan ekosistem Haji dan Umrah Indonesia di Makkah serta proyek Waste-to-Energy (WTE) yang ditujukan untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan dan transisi menuju ekonomi hijau.
Danantara menegaskan seluruh investasi dijalankan dengan mengedepankan tata kelola yang baik, disiplin investasi, pengelolaan risiko yang prudent, serta berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi negara dan masyarakat. Sementara itu, laporan keuangan konsolidasian Danantara akan diumumkan setelah seluruh proses audit selesai sesuai regulasi yang berlaku.
Danantara kini melanjutkan proses penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang masih menunggu penyelesaian tahapan audit. "Laporan Keuangan Konsolidasian 2025 Danantara Indonesia masih berada dalam proses penyelesaian sesuai tahapan audit yang berlaku dan akan disampaikan setelah seluruh proses audit selesai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (2/7/2026).
Rohan menyebut sejumlah capaian kinerja BUMN selama periode April 2025 hingga April 2026, beberapa perusahaan pelat merah mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan. Bahkan sejumlah perusahaan juga berhasil mencetak laba dari posisi merugi sebelumnya.
Baca Juga: Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
BUMN yang berhasil mencetak laba signifikan misalnya Pertamina, yang membukukan laba Rp24,9 triliun atau naik 80%, Pupuk Indonesia dengan laba Rp4,8 triliun atau melonjak 202%. Lalu ada Pelindo yang mencatat kenaikan laba sebesar 169 persen menjadi Rp1,5 triliun.
Sementara itu, BRI berhasil mencetak laba Rp21,2 triliun hingga atau naik Rp2,8 triliun pada posisi April 2026. Bank Mandiri juga mengalami peningkatan laba menjadi Rp21,3 triliun, BNI berhasil mencetak laba Rp7,2 triliun hingga April 2026.
Danantara juga menyoroti keberhasilan sejumlah BUMN melakukan pembalikan kinerja (turnaround). Krakatau Steel berhasil membukukan laba Rp635 miliar setelah sebelumnya merugi Rp981 miliar.
Baca Juga: Spesial, Investor Patriot Bond Dilindungi dari Tuntutan Pidana hingga Pajak
Kimia Farma juga berbalik mencetak laba Rp108 miliar dari sebelumnya rugi Rp160 miliar, sedangkan Semen Indonesia membukukan laba Rp106 miliar setelah sebelumnya mengalami kerugian Rp66 miliar. Menurut Danantara, perbaikan tersebut ditopang restrukturisasi, transformasi bisnis, serta dukungan Danantara Asset Management (DAM).
Selain melaporkan peningkatan kinerja BUMN, Danantara mengungkapkan telah mulai merealisasikan mandat investasinya melalui sejumlah proyek strategis yang didanai antara lain dari dividen BUMN yang diterima pada 2025. Investasi tersebut mencakup pengembangan ekosistem Haji dan Umrah Indonesia di Makkah serta proyek Waste-to-Energy (WTE) yang ditujukan untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan dan transisi menuju ekonomi hijau.
Danantara menegaskan seluruh investasi dijalankan dengan mengedepankan tata kelola yang baik, disiplin investasi, pengelolaan risiko yang prudent, serta berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi negara dan masyarakat. Sementara itu, laporan keuangan konsolidasian Danantara akan diumumkan setelah seluruh proses audit selesai sesuai regulasi yang berlaku.
(akr)
Lihat Juga :