Pasokan Batu Bara Aman, PLN Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik Mulai 21 Juli 2026
Kamis, 02 Juli 2026 - 19:30 WIB
loading...
A
A
A
"Untuk bulan Juli ini alokasi penugasan dan kontrak yang sudah kami tindak lanjuti berjalan dengan baik. Kemudian diikuti juga dengan penugasan untuk bulan Agustus, September, Oktober, November, sampai bulan Desember," ujar Darmawan.
Setelah sistem kelistrikan kembali stabil, Darmawan mengatakan PLN akan melanjutkan percepatan implementasi program penambahan pembangkit energi baru terbarukan yang menjadi bagian dari program Presiden Prabowo Subianto. Salah satu program utama yang tengah dipersiapkan adalah pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas hingga 100 GW yang dilengkapi dengan Battery Energy Storage System (BESS).
Menurut Darmawan, penggunaan sistem penyimpanan energi menjadi faktor penting untuk mengatasi karakter intermiten pembangkit surya sekaligus meningkatkan fleksibilitas sistem kelistrikan. Kehadiran baterai juga akan membantu menjaga stabilitas pasokan listrik ketika produksi listrik dari PLTS mengalami fluktuasi akibat perubahan cuaca.
Ia menjelaskan, pengembangan PLTS tanpa dukungan sistem penyimpanan energi memiliki keterbatasan karena jaringan transmisi PLN hanya mampu menyerap listrik dalam jumlah tertentu pada waktu-waktu tertentu. Oleh karena itu, pembangunan PLTS ke depan akan dipadukan dengan teknologi BESS agar energi yang dihasilkan dapat disimpan terlebih dahulu sebelum disalurkan ke jaringan sesuai kebutuhan sistem.
Dengan kombinasi antara pulihnya pasokan batu bara untuk menjaga keandalan pembangkit eksisting dan percepatan pembangunan pembangkit energi terbarukan, PLN berharap sistem kelistrikan nasional menjadi semakin andal sekaligus mampu mendukung target transisi energi yang telah ditetapkan pemerintah.
Setelah sistem kelistrikan kembali stabil, Darmawan mengatakan PLN akan melanjutkan percepatan implementasi program penambahan pembangkit energi baru terbarukan yang menjadi bagian dari program Presiden Prabowo Subianto. Salah satu program utama yang tengah dipersiapkan adalah pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas hingga 100 GW yang dilengkapi dengan Battery Energy Storage System (BESS).
Menurut Darmawan, penggunaan sistem penyimpanan energi menjadi faktor penting untuk mengatasi karakter intermiten pembangkit surya sekaligus meningkatkan fleksibilitas sistem kelistrikan. Kehadiran baterai juga akan membantu menjaga stabilitas pasokan listrik ketika produksi listrik dari PLTS mengalami fluktuasi akibat perubahan cuaca.
Ia menjelaskan, pengembangan PLTS tanpa dukungan sistem penyimpanan energi memiliki keterbatasan karena jaringan transmisi PLN hanya mampu menyerap listrik dalam jumlah tertentu pada waktu-waktu tertentu. Oleh karena itu, pembangunan PLTS ke depan akan dipadukan dengan teknologi BESS agar energi yang dihasilkan dapat disimpan terlebih dahulu sebelum disalurkan ke jaringan sesuai kebutuhan sistem.
Dengan kombinasi antara pulihnya pasokan batu bara untuk menjaga keandalan pembangkit eksisting dan percepatan pembangunan pembangkit energi terbarukan, PLN berharap sistem kelistrikan nasional menjadi semakin andal sekaligus mampu mendukung target transisi energi yang telah ditetapkan pemerintah.
(akr)
Lihat Juga :