Kejar Pendapatan per Kapita RI Lampaui USD15 Ribu, Purbaya Ungkap Kuncinya

Jum'at, 03 Juli 2026 - 19:58 WIB
loading...
Kejar Pendapatan per...
Menkeu Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan masuk lima kekuatan ekonomi terbesar dunia, dengan capaian PDB berkisar USD5 triliun dan pendapatan per kapita USD15.000. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, bahwa pemerintah menetapkan target besar untuk membawa Indonesia masuk dalam jajaran lima kekuatan ekonomi terbesar dunia pada tahun 2045. Target tersebut diproyeksikan dicapai dengan capaian Produk Domestik Bruto (PDB) berkisar USD5 triliun dan pendapatan per kapita melampaui angka USD15.000 (setara Rp266,8 juta per tahun).

Menurut Purbaya, prasyarat utama untuk merealisasikan target tersebut adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, produktif, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi. Baca Juga: 3 Negara BRICS Kuasai Lima Besar Ekonomi Terbesar di Dunia

"Melalui kebijakan fiskal yang disiplin, pemerintah terus mengoptimalkan potensi strategis Indonesia, mulai dari posisi geografis yang menguntungkan, kekayaan sumber daya alam, hingga bonus demografi sebagai modal utama menuju Indonesia Emas 2045," ujar Purbaya saat memberikan kuliah umum di Universitas Diponegoro, Semarang, Jumat (3/7/2026).



Purbaya memaparkan, bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dikelola sebagai instrumen utama untuk menjaga stabilitas makro sekaligus mempertebal investasi pada sektor SDM. Tata kelola fiskal ini dijalankan mengacu pada amanat Pasal 33 UUD 1945 guna mewujudkan kemakmuran rakyat melalui postur keuangan yang sehat dan berkelanjutan.

Untuk mencetak talenta yang menjadi inti transformasi ekonomi, pemerintah memadukan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) dengan ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, serta ekonomi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui alokasi anggaran pendidikan sebesar Rp769,1 triliun dalam APBN Tahun Anggaran 2026. Dana tersebut dialokasikan untuk memperluas akses dan mutu pendidikan, revitalisasi bangunan sekolah, menyokong Program Makan Bergizi Gratis, serta memperkuat pendanaan beasiswa melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Pemerintah juga melakukan penajaman klaster penerima beasiswa LPDP agar bergerak selaras dengan kebutuhan industri strategis nasional. Baca Juga: Kejar Ekonomi RI 5 Besar Dunia, Ini 6 Strategi Kepala Bappenas

Skema beasiswa yang semula bersifat umum kini difokuskan pada bidang prioritas, seperti pangan, energi, kesehatan, pertahanan, digitalisasi, kecerdasan artifisial, semikonduktor, hilirisasi, maritim, manufaktur, material maju, serta kewirausahaan.

"Pembangunan ekonomi Indonesia memerlukan ekosistem industri yang menjadikan talenta sebagai inti pembangunan. Karena itu investasi pada pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama APBN," kata Purbaya.

Di tengah dinamika ketidakpastian ekonomi global, Purbaya menyatakan fundamental ekonomi domestik masih berada pada posisi yang kuat. Indikator kinerja pertumbuhan ekonomi, laju inflasi, defisit fiskal, serta rasio utang pemerintah dinilai tetap terjaga pada level yang aman dibandingkan dengan negara-negara lain.

Pemerintah terus memperkuat koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter agar APBN dapat berfungsi optimal sebagai peredam kejut (shock absorber). Sinergi ini ditujukan untuk menjaga stabilitas pasar, melindungi daya beli masyarakat, sekaligus menyediakan ruang fiskal yang cukup untuk mendanai agenda transformasi struktural.

Purbaya menegaskan, bahwa APBN bukan sekadar instrumen pengelolaan keuangan negara, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi masa depan. Melalui kombinasi stabilitas ekonomi, transformasi struktural, dan peningkatan mutu SDM, pemerintah optimistis dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
Said Iqbal Minta Pajak...
Said Iqbal Minta Pajak JHT Dihapus bagi Seluruh Penerima
Indonesia Ingin Bangun...
Indonesia Ingin Bangun Pusat Keuangan Berdaya Saing Global, Bali Jadi Kandidat Bukan IKN
Dirut BPJS Kesehatan...
Dirut BPJS Kesehatan Ungkap JKN Dongkrak PDB Rp129 Triliun dan Serap 3,5 Juta Pekerja
Purbaya Sangkal Merah...
Purbaya Sangkal Merah Putih Bond Jadi Celah Pencucian Uang, Singgung Peran Singapura
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Jaksa Agung Serahkan...
Jaksa Agung Serahkan Hasil Pemulihan Aset Rp1,22 Triliun ke Purbaya
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Rekomendasi
Sinopsis, Pemain, dan...
Sinopsis, Pemain, dan Link Nonton Wedding Agreement di VISION+
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Aliansi Mahasiswa Menjawab...
Aliansi Mahasiswa Menjawab Desak Penguatan Pasal 33 UUD 1945 Hadapi Tantangan Global
Berita Terkini
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved