Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
Minggu, 05 Juli 2026 - 06:09 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Trump Akui AS Rebut Minyak Venezuela, Ambil Alih Cadangan Terbesar di Dunia
Lebih dari seperempat sisa minyak yang ada saat ini bahkan dinyatakan "tidak dapat diakses sementara waktu" akibat kerusakan teknis pada tempat penyimpanan.
Komponen vital seperti pompa raksasa, jaringan pipa utama, dan katup-katup pengendali yang dipasang sejak era 1970-an kini beroperasi jauh melampaui batas usia pakainya alias karatan.
"Investasi pada SPR kembali gagal mengejar kebutuhan cadangan yang kian menua," tulis GAO dalam laporannya, sembari menyentil Departemen Energi AS yang belum pernah memperbarui strategi jangka panjang mereka sejak tahun 2016.
Proyek modernisasi senilai USD1,4 miliar (Rp22,8 triliun) yang berjalan selama satu dekade terakhir pun dilaporkan mandek akibat berbagai penundaan kronis dan pemangkasan skala proyek.
Lebih dari seperempat sisa minyak yang ada saat ini bahkan dinyatakan "tidak dapat diakses sementara waktu" akibat kerusakan teknis pada tempat penyimpanan.
Infrastruktur Karatan dan Anggaran yang Menguap
Terlihat kontradiksi besar di mana negara yang kerap mendikte pasar minyak dunia ternyata memiliki sistem domestik yang rapuh. Laporan GAO menunjukkan bahwa kemampuan sedot (withdrawal capability) fasilitas SPR telah merosot tajam tinggal 61% dari kapasitas asli, sementara kemampuan isi ulangnya (refill capability) anjlok ke angka 56%.Komponen vital seperti pompa raksasa, jaringan pipa utama, dan katup-katup pengendali yang dipasang sejak era 1970-an kini beroperasi jauh melampaui batas usia pakainya alias karatan.
"Investasi pada SPR kembali gagal mengejar kebutuhan cadangan yang kian menua," tulis GAO dalam laporannya, sembari menyentil Departemen Energi AS yang belum pernah memperbarui strategi jangka panjang mereka sejak tahun 2016.
Proyek modernisasi senilai USD1,4 miliar (Rp22,8 triliun) yang berjalan selama satu dekade terakhir pun dilaporkan mandek akibat berbagai penundaan kronis dan pemangkasan skala proyek.
(akr)
Lihat Juga :