Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
Senin, 06 Juli 2026 - 14:33 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, sepanjang tahun 2025, laba bersih Leaderdrive meroket lebih dari dua kali lipat (100%+) menjadi 124,4 juta yuan, ditopang oleh pendapatan yang naik 47% menjadi 570,7 million yuan. Komponen sendi robot menyumbang hingga 74% dari total penjualan mereka.
Baca Juga: Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
Hebatnya lagi, raksasa investasi J.P. Morgan membocorkan bahwa konsumen Leaderdrive bukan main-main. Selain memasok pemain lokal seperti UBTech Robotics dan Agibot, Leaderdrive juga telah memenuhi pesanan riset dan pengembangan (R&D) skala kecil untuk Tesla (milik Elon Musk untuk proyek robot Optimus), da juga Figure AI (perusahaan robotika yang disuntik dana oleh Nvidia dan Microsoft).
Langkah strategis ini diproyeksikan bakal mengunci kontrak-kontrak raksasa dengan Tesla, Figure AI, hingga Boston Dynamics. Selain sendi mekanis, mereka kini memproduksi rotary actuator yang berfungsi sebagai "otot" pengubah sinyal listrik menjadi gerakan, yang juga laku keras di industri manufaktur semikonduktor serta alat medis canggih.
Kisah Zuo bersaudara membuktikan bahwa di era kecerdasan buatan dan robotika saat ini, ladang uang terbesar tidak hanya dimiliki oleh pembuat perangkat lunak (AI), melainkan para penyedia "fisik" dan komponen kerasnya.
Apakah Indonesia siap melahirkan inovator komponen teknologi seperti mereka, atau kita hanya akan menjadi konsumen robot di masa depan?.
Baca Juga: Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
Hebatnya lagi, raksasa investasi J.P. Morgan membocorkan bahwa konsumen Leaderdrive bukan main-main. Selain memasok pemain lokal seperti UBTech Robotics dan Agibot, Leaderdrive juga telah memenuhi pesanan riset dan pengembangan (R&D) skala kecil untuk Tesla (milik Elon Musk untuk proyek robot Optimus), da juga Figure AI (perusahaan robotika yang disuntik dana oleh Nvidia dan Microsoft).
Ambisi Global Membawa Robot ke Pasar Amerika Serikat
Tidak puas menguasai 30% hingga 40% pasar domestik China, Zuo bersaudara mulai melancarkan ekspansi global tahun ini. Pada Februari lalu, Leaderdrive resmi menggandeng Minth Group (pemasok suku cadang otomotif milik miliarder Taiwan) untuk membangun perusahaan patungan (joint venture) di Amerika Serikat.Langkah strategis ini diproyeksikan bakal mengunci kontrak-kontrak raksasa dengan Tesla, Figure AI, hingga Boston Dynamics. Selain sendi mekanis, mereka kini memproduksi rotary actuator yang berfungsi sebagai "otot" pengubah sinyal listrik menjadi gerakan, yang juga laku keras di industri manufaktur semikonduktor serta alat medis canggih.
Kisah Zuo bersaudara membuktikan bahwa di era kecerdasan buatan dan robotika saat ini, ladang uang terbesar tidak hanya dimiliki oleh pembuat perangkat lunak (AI), melainkan para penyedia "fisik" dan komponen kerasnya.
Apakah Indonesia siap melahirkan inovator komponen teknologi seperti mereka, atau kita hanya akan menjadi konsumen robot di masa depan?.
(akr)
Lihat Juga :