Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Selasa, 07 Juli 2026 - 21:31 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto meminta percepatan implementasi sistem pembayaran lintas batas berbasis kode QR agar QRIS Indonesia dapat segera digunakan di India. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta percepatan implementasi sistem pembayaran lintas batas berbasis kode QR agar QRIS Indonesia dapat segera digunakan di India. Permintaan itu disampaikan dalam Joint Press Statement bersama Perdana Menteri (PM) Narendra Modi di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/7/2026).
"Guna memperkuat kerja sama sektor keuangan, kami menyambut baik kemajuan pembahasan sistem pembayaran lintas batas berbasis QR (cross-border QR payment) antara Indonesia dan India. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperkuat ketahanan sektor keuangan," kata Prabowo dalam pernyataan pers bersama PM Narendra Modi.
Baca Juga: BI Targetkan QRIS Terhubung ke India hingga Timor Leste Tahun Ini
Prabowo mengatakan Indonesia dan India memandang kerja sama ekonomi sebagai salah satu pilar utama hubungan bilateral, termasuk melalui penguatan konektivitas perdagangan dan sistem pembayaran.
Selain kerja sama di sektor keuangan, Prabowo mengatakan kedua negara berkomitmen meningkatkan nilai perdagangan bilateral melalui percepatan pembahasan Indonesia–India Trade Agreement. Indonesia dan India juga akan mendorong peninjauan peningkatan (upgrading) ASEAN–India Trade in Goods Agreement (AITIGA) guna memperkuat hubungan perdagangan.
Menurut Prabowo, implementasi sistem pembayaran lintas batas berbasis QR akan mempermudah transaksi masyarakat dan pelaku usaha kedua negara. Kehadiran sistem tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas perdagangan, investasi, serta sektor pariwisata Indonesia dan India.
Ia menilai penguatan kerja sama ekonomi perlu dilakukan secara komprehensif, tidak hanya melalui perluasan akses pasar, tetapi juga dengan membangun infrastruktur keuangan yang semakin terintegrasi dan efisien.
Baca Juga: Indonesia Kebut Dedolarisasi, Ini Daftar 6 Negara Pengguna QRIS
Pertemuan bilateral antara Prabowo dan Modi menjadi bagian dari upaya kedua negara mempererat hubungan strategis Indonesia dan India. Selain membahas sektor perdagangan dan keuangan, kedua pemimpin juga menegaskan komitmen untuk memperluas kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan di berbagai bidang.
"Guna memperkuat kerja sama sektor keuangan, kami menyambut baik kemajuan pembahasan sistem pembayaran lintas batas berbasis QR (cross-border QR payment) antara Indonesia dan India. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperkuat ketahanan sektor keuangan," kata Prabowo dalam pernyataan pers bersama PM Narendra Modi.
Baca Juga: BI Targetkan QRIS Terhubung ke India hingga Timor Leste Tahun Ini
Prabowo mengatakan Indonesia dan India memandang kerja sama ekonomi sebagai salah satu pilar utama hubungan bilateral, termasuk melalui penguatan konektivitas perdagangan dan sistem pembayaran.
Selain kerja sama di sektor keuangan, Prabowo mengatakan kedua negara berkomitmen meningkatkan nilai perdagangan bilateral melalui percepatan pembahasan Indonesia–India Trade Agreement. Indonesia dan India juga akan mendorong peninjauan peningkatan (upgrading) ASEAN–India Trade in Goods Agreement (AITIGA) guna memperkuat hubungan perdagangan.
Menurut Prabowo, implementasi sistem pembayaran lintas batas berbasis QR akan mempermudah transaksi masyarakat dan pelaku usaha kedua negara. Kehadiran sistem tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas perdagangan, investasi, serta sektor pariwisata Indonesia dan India.
Ia menilai penguatan kerja sama ekonomi perlu dilakukan secara komprehensif, tidak hanya melalui perluasan akses pasar, tetapi juga dengan membangun infrastruktur keuangan yang semakin terintegrasi dan efisien.
Baca Juga: Indonesia Kebut Dedolarisasi, Ini Daftar 6 Negara Pengguna QRIS
Pertemuan bilateral antara Prabowo dan Modi menjadi bagian dari upaya kedua negara mempererat hubungan strategis Indonesia dan India. Selain membahas sektor perdagangan dan keuangan, kedua pemimpin juga menegaskan komitmen untuk memperluas kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan di berbagai bidang.
(nng)
Lihat Juga :