S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara

Rabu, 08 Juli 2026 - 19:39 WIB
loading...
A A A
Ia menegaskan BEI akan menjadikan berbagai catatan dari S&P DJI sebagai masukan untuk memperkuat daya saing pasar modal Indonesia. Otoritas bursa berharap berbagai perbaikan tersebut mampu meningkatkan kepercayaan investor sekaligus menjaga posisi Indonesia di kelompok pasar berkembang.

"Berbagai hal yang sekarang menjadi kekhawatiran kami ambil sebagai satu hal positif bahwa kami akan melakukan perbaikan atas concern tersebut. Jadi kami berharap investor tetap confident bahwa bursa ini tetap akan kami kelola dengan baik dan kami yakin BEI bisa terus berkembang lebih besar dari yang sebelumnya," ujar Irvan.

Baca Juga: Gugurkan Tren Penguatan, IHSG Merosot 1,89% ke 5.873 Sore Ini

S&P DJI dalam pengumumannya pada Rabu menyatakan Indonesia telah dimasukkan ke dalam daftar pantauan untuk tinjauan klasifikasi pasar tahun 2027. Lembaga penyedia indeks global tersebut akan terus memantau perkembangan transparansi kepemilikan saham serta efektivitas panduan yang diterapkan oleh BEI dalam meningkatkan keterbukaan informasi di pasar.

S&P DJI juga mengingatkan bahwa apabila kondisi transparansi dinilai memburuk, lembaga tersebut dapat menerapkan perlakuan khusus terhadap sekuritas Indonesia. Berdasarkan metodologi klasifikasi S&P DJI, apabila persoalan tersebut tidak terselesaikan dalam waktu satu tahun setelah perlakuan khusus diberlakukan, status pasar saham Indonesia akan kembali dievaluasi dalam tinjauan tahunan berikutnya. Sentimen tersebut turut membebani pergerakan pasar, dengan IHSG ditutup melemah 1,89 persen ke level 5.873 pada perdagangan Rabu sore.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
Gugurkan Tren Penguatan,...
Gugurkan Tren Penguatan, IHSG Merosot 1,89% ke 5.873 Sore Ini
Indonesia Targetkan...
Indonesia Targetkan 50% Bahan Bakar Pesawat Pakai Minyak Jelantah di 2060
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
IHSG Babak Belur di...
IHSG Babak Belur di Paruh Pertama 2026, Modal Asing Sepanjang Juni Kabur Rp19,63 Triliun
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
Rekomendasi
Pengadilan Agama Jaksel...
Pengadilan Agama Jaksel Gandeng Pemkot, Siapkan Isbat Nikah Terpadu bagi Warga
Rumah Jampidsus Febrie...
Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Puluhan Anggota TNI, Ada Apa?
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
Infografis
China Luncurkan AI Baru...
China Luncurkan AI Baru Manus, Pintar Analisis Pasar Saham
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved