Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%

Rabu, 08 Juli 2026 - 22:15 WIB
loading...
Tokenisasi Saham AI...
Bittime mengungkapkan minat investor untuk mendiversifikasi portofolio ke aset digital semakin meningkat. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Minat investor Indonesia terhadap tokenisasi saham perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) terus meningkat di tengah pergerakan pasar aset kripto global yang masih cenderung stagnan. Bittime menilai tren tersebut mencerminkan semakin besarnya minat investor untuk mendiversifikasi portofolio ke aset digital yang memberikan eksposur terhadap sektor dengan prospek pertumbuhan jangka panjang.

"Komitmen OJK dalam penguatan Inovasi Aset Keuangan Digital (IAKD) memberikan kepastian bagi pelaku industri untuk terus berinovasi. Kami melihat langkah ini akan mempercepat adopsi aset digital sekaligus memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap peluang investasi global melalui platform yang teregulasi," kata Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).

Baca Juga: Bittime: Perkembangan Regulasi Bisa Jadi Penopang Pasar Kripto di Semester II-2026

Ryan mengatakan penguatan regulasi yang tengah disiapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi fondasi penting bagi perkembangan industri aset keuangan digital di Indonesia. Dalam Simposium Nasional dan Forum Konsultasi Stakeholder Pengembangan dan Penguatan IAKD pada 2 Juli 2026, OJK menegaskan bahwa perkembangan teknologi, mulai dari AI hingga tokenisasi aset, membuka peluang baru bagi sektor keuangan.

Selain itu, OJK juga tengah menyusun Roadmap IAKD 2026–2031 yang mencakup pengembangan tokenisasi aset, stablecoin, keamanan siber, transaksi over-the-counter (OTC), hingga penerapan Single Investor Identifier (SID). Menurut Bittime, kepastian regulasi tersebut akan mendorong inovasi sekaligus memperkuat perlindungan bagi investor.



Di sisi lain, pasar aset kripto global masih bergerak terbatas. Berdasarkan data CoinMarketCap pada Rabu (8/7), harga Bitcoin berada di kisaran 62.900 dolar AS atau turun 0,59 persen dalam 24 jam terakhir, meski masih menguat 6,61 persen dalam sepekan. Sementara itu, indeks Fear and Greed berada di level 27 atau kategori fear, membaik dibandingkan pekan sebelumnya yang masih berada pada level extreme fear.

Bittime mencatat, dalam 48 jam setelah peluncuran fitur flexible staking untuk Tokenized US Stocks, kepemilikan tokenisasi saham Amerika Serikat meningkat 106 persen. Sekitar 96 persen dana baru terkonsentrasi pada tokenisasi saham NVIDIA, Meta, dan Microsoft, sedangkan minat terhadap Apple, Google, Tesla, dan Amazon relatif lebih stabil.

Baca Juga: Investor RI Mulai Lirik Saham AI Global, Bittime Hadirkan Fitur Earn

Selain mencari eksposur terhadap saham global, investor juga memanfaatkan fitur Earn untuk memperoleh imbal hasil. Bittime mencatat hampir 50 persen kepemilikan Tokenized US Stocks langsung ditempatkan pada fitur tersebut yang menawarkan reward hingga 7 persen.

"Minat yang tinggi terhadap saham-saham bertema AI menunjukkan investor Indonesia mulai berinvestasi berdasarkan tema pertumbuhan global. Tokenisasi aset membuat akses terhadap peluang investasi global menjadi lebih mudah, efisien, dan inklusif," ujar Ryan.

Bittime menyatakan akan terus memperluas akses masyarakat terhadap investasi global melalui layanan Tokenized US Stocks. Perusahaan menilai tren tersebut sejalan dengan meningkatnya jumlah konsumen aset keuangan digital dan aset kripto di Indonesia yang menurut data OJK telah mencapai 22,4 juta orang.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
UU P2SK Momentum Penting...
UU P2SK Momentum Penting Perkuat Kedaulatan Ekosistem Kripto Indonesia
Bittime: Perkembangan...
Bittime: Perkembangan Regulasi Bisa Jadi Penopang Pasar Kripto di Semester II-2026
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Upbit Indonesia Bagikan...
Upbit Indonesia Bagikan 5 Langkah Memulai Investasi Kripto bagi Pemula
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Rekomendasi
Tak Mau Berhenti di...
Tak Mau Berhenti di Indonesian Idol, Dandy Panjawi Siap Sikat Casting Film hingga Rilis Mini Album?!
Pesan Menyentuh dan...
Pesan Menyentuh dan Akhir Perjalanan Jordan Henderson di Piala Dunia 2026
Penuh Plot Twist! Simak...
Penuh Plot Twist! Simak Sinopsis Love Beyond Memory, Microdrama Seru di V+Short
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved