Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru

Kamis, 09 Juli 2026 - 12:36 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Apa itu Proyek Vault? Ambisi Trump untuk Menguasai Mineral Tanah Jarang

Bayangkan saja, untuk membuka satu tambang logam tanah jarang baru dari awal hingga siap beroperasi, dibutuhkan waktu persiapan (on-ramp) hingga hampir 20 tahun!

Logam Tanah Jarang Jadi Pertaruhan Negara

Alasan mengapa komoditas ini menjadi masalah hidup dan mati keamanan nasional (National Security) adalah karena benda ini menjadi "otak" penggerak seluruh teknologi dependent economy saat ini. Logam tanah jarang membuat aplikasi teknologi tinggi menjadi lebih ringan, lebih cepat, dan super efisien.

Tanpa benda ini, industri raksasa dunia berikut dipastikan akan mati total. Sebut saja untuk sektor militer dan pertahanan, logam tanah jarang merupakan bahan baku wajib pembuatan jet tempur siluman F-35, kapal selam kelas Virginia, sistem radar, hingga teropong malam (night vision).

Buat teknologi masa depan, mineral langka rare earth merupakan komponen utama cip semikonduktor, magnet permanen untuk kendaraan listrik (EV), satelit, dan pusat data (data center) berbasis AI. Sedangkan bagi industri kesehatan, menjadi komponen pembuat alat pemindai medis MRI.

Cengkeraman Mutlak China yang Bikin AS Ketakutan

Ketakutan terbesar Amerika Serikat adalah karena China saat ini menguasai 60% produksi global dan memegang kendali mutlak atas 92% proses pemurnian (processing) logam tanah jarang di dunia. Beijing sudah berulang kali menggunakan komoditas ini sebagai "kartu as" untuk menekan rivalnya dalam perang dagang.

Berdasarkan laporan Badan Energi Internasional (IEA), permintaan global untuk logam tanah jarang diprediksi akan melonjak dua kali lipat pada tahun 2030.

Guna melepaskan diri dari ketergantungan ini, Pentagon (Departemen Pertahanan AS) bahkan mengambil langkah ekstrem pada Juli 2025 lalu dengan membeli saham besar-besaran di MP Materials (operator tambang logam tanah jarang satu-satunya di AS) melalui kemitraan publik-swasta.

Peluang Cuan: Mengintip Saham Rare Earth Potensial

Bagi para investor, sektor ini menjanjikan keuntungan jangka panjang. Meski analis senior William Blair, Neal Dingmann mengingatkan, bahwa perusahaan AS belum bisa menandingi efisiensi biaya China dalam waktu dekat, aliansi strategis dengan negara-negara Asia Tenggara (termasuk potensi Indonesia di masa depan) akan menjadi kunci percepatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Indonesia Miner 2026...
Indonesia Miner 2026 Dorong Kolaborasi Global dalam Rantai Pasok Mineral
Ketegangan Geopolitik...
Ketegangan Geopolitik Ubah Arus Ekspor Tanah Jarang China dari AS ke Eropa
Bahlil Buka Suara Soal...
Bahlil Buka Suara Soal Kesepakatan Akses Mineral Kritis dengan AS, Bagaimana Hilirisasi?
Kejagung Bongkar Modus...
Kejagung Bongkar Modus Rekayasa Uji Lab untuk Ekspor Ilegal Logam Tanah Jarang
Bea Cukai Pangkal Pinang...
Bea Cukai Pangkal Pinang Sebut 15 Kontainer PMM Telah Memenuhi Syarat
China Blakblakan Targetkan...
China Blakblakan Targetkan Sekutu Utama AS di Asia, Begini Caranya
Rekomendasi
KGSB dan Prodi Ilmu...
KGSB dan Prodi Ilmu Komunikasi UAI Perkuat Kapasitas Guru Lewat Public Relations Workshop
Gus Falah Mendukung...
Gus Falah Mendukung Polri Usut Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara
Nahdlatul Ulama dan...
Nahdlatul Ulama dan Kesejahteraan Sosial
Berita Terkini
MNC Sekuritas Sukses...
MNC Sekuritas Sukses Gelar Grand Final MotionTrade Billionaires Games 2026
Hyundai Bakal Pamerkan...
Hyundai Bakal Pamerkan Prototipe Mobil Seven Seater di GIIAS 2026
Didukung BPDP dan Ditjenbun,...
Didukung BPDP dan Ditjenbun, AKPY Percepat Transfer Teknologi ke Pekebun Sawit Morowali
Prabowo Luncurkan BBM...
Prabowo Luncurkan BBM Baru B50 Pertama di Indonesia
Hyundai Kunjungi iNews...
Hyundai Kunjungi iNews Media Group, Perkuat Sinergi dan Jajaki Peluang Kolaborasi Strategis
Riset Terbaru Novo Nordisk:...
Riset Terbaru Novo Nordisk: Wegovy Dosis Tinggi Efektif Pangkas Berat Badan
Infografis
Ukraina Harus Setor...
Ukraina Harus Setor Logam Tanah Jarang jika Ingin Dibantu AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved