Tokenisasi ETF Buka Akses Lebih Mudah Investasi S&P 500 dan Nasdaq

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:36 WIB
loading...
Tokenisasi ETF Buka...
Tokenisasi aset berbasis exchange traded fund (ETF) menjadi alternatif investasi yang memudahkan masyarakat mengakses indeks saham global. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Tokenisasi aset berbasis exchange traded fund (ETF) menjadi alternatif investasi yang memudahkan masyarakat mengakses indeks saham global seperti S&P 500 dan Nasdaq dengan modal mulai Rp11.000. Inovasi berbasis teknologi blockchain tersebut dinilai mampu memangkas hambatan investasi lintas negara yang selama ini membutuhkan pembukaan rekening broker asing, setoran awal besar, serta mengikuti jam perdagangan bursa Amerika Serikat.

"Tokenized ETF menawarkan akses ke ETF global seperti SPY tanpa broker asing, modal kecil, dan akses perdagangan selama 24 jam, sehingga dapat menjadi salah satu pilihan diversifikasi investasi. Namun, investor tetap perlu memahami bahwa kepemilikannya umumnya masih berupa klaim terhadap kustodian dan status regulasinya di Indonesia belum final," demikian penjelasan Pintu Academy dikutip pada Selasa (14/7/2026).

Baca Juga: PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi

Tokenized ETF merupakan representasi kepemilikan ETF dalam bentuk token digital yang diterbitkan di jaringan blockchain, seperti Ethereum atau Solana. Nilai token mengikuti pergerakan ETF yang menjadi aset dasarnya, misalnya SPY yang melacak indeks S&P 500 atau QQQ yang mengikuti Nasdaq-100. Hingga Juni 2026, kapitalisasi pasar tokenized ETF telah mencapai sekitar USD150 juta, meningkat hampir 400% dibandingkan September 2025.

Dalam mekanismenya, manajer aset membeli ETF di pasar konvensional dan menyimpannya melalui kustodian, kemudian menerbitkan token digital yang mewakili aset tersebut. Teknologi smart contract juga digunakan untuk menjalankan proses verifikasi identitas (know your customer/KYC) dan pencegahan pencucian uang (anti-money laundering/AML) secara otomatis setiap kali token diperdagangkan.



Dibandingkan ETF konvensional, tokenized ETF menawarkan sejumlah keunggulan, antara lain dapat diperdagangkan selama 24 jam, mendukung kepemilikan fraksional dengan nominal investasi yang kecil, serta menggunakan mekanisme atomic settlement sehingga perpindahan aset dan pembayaran berlangsung secara instan. Investor juga dapat mengakses ETF global melalui dompet kripto (crypto wallet) tanpa harus membuka rekening di broker luar negeri.

Meski demikian, Pintu Academy mengingatkan bahwa produk tersebut tetap memiliki sejumlah risiko. Sebagian besar tokenized ETF belum memberikan kepemilikan langsung atas aset dasarnya, melainkan berupa klaim terhadap kustodian atau special purpose vehicle (SPV). Selain itu, likuiditas dapat terfragmentasi di berbagai jaringan blockchain, sementara potensi celah keamanan pada smart contract menjadi risiko lain yang perlu diperhatikan investor.

Baca Juga: Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum

Sejumlah perusahaan telah mengembangkan pasar tokenized ETF secara global. Ondo Finance, misalnya, menawarkan lebih dari 400 saham dan ETF yang ditokenisasi dengan total nilai aset terkunci (total value locked/TVL) lebih dari USD899 juta dan volume transaksi kumulatif melampaui USD9 miliar. Sementara itu, xStocks yang dikembangkan Backed menyediakan lebih dari 100 saham dan ETF tokenisasi dengan volume transaksi sekitar USD25 miliar sejak Juni 2025. Di segmen institusi, BlackRock BUIDL melalui Securitize mengelola aset lebih dari USD4 miliar.

Melalui fitur tokenisasi aset di aplikasi PINTU, investor dapat membeli berbagai ETF global, seperti SPX (S&P 500), QQQx (Nasdaq), dan VTIX (Vanguard ETF), dengan investasi mulai Rp11.000. Kehadiran produk tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi global sekaligus mendorong diversifikasi portofolio di era aset digital.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sucor AM Manfaatkan...
Sucor AM Manfaatkan Ajang Lari Perkuat Literasi Investasi
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
MNC Sekuritas Dorong...
MNC Sekuritas Dorong Investor Mulai Investasi Reksa Dana lewat Promo Bonus Unit Penyertaan 100%
Indonesia Ingin Bangun...
Indonesia Ingin Bangun Pusat Keuangan Berdaya Saing Global, Bali Jadi Kandidat Bukan IKN
Di Tengah Tren Trading,...
Di Tengah Tren Trading, Aplikasi Berizin dan Regulasi Kian Penting Lindungi Investor
Prabowo Sindir Tamu...
Prabowo Sindir Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Rekomendasi
Ariel Tatum Rayakan...
Ariel Tatum Rayakan Ulang Tahun Kucing dengan Tumpeng dan Kado, Tuai Pujian Warganet
HNSI Nilai Kebijakan...
HNSI Nilai Kebijakan BBM Khusus Nelayan Bukti Keberpihakan Presiden Prabowo
Kemendukbangga Perkuat...
Kemendukbangga Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Bonus Demografi dan Penurunan Stunting
Berita Terkini
Nindia Karya Rampungkan...
Nindia Karya Rampungkan Pembangunan 20 Sekolah Rakyat Tahap II di 4 Provinsi
Resmi, Harga BBM Solar...
Resmi, Harga BBM Solar Khusus Nelayan Dipatok Rp15.000 per Liter
EPI Clean Energy Day...
EPI Clean Energy Day Catat Penghematan Emisi Lebih dari 710 Kg CO2e
Bulog Serap 3,4 Juta...
Bulog Serap 3,4 Juta Ton Beras Petani, Setara 85% dari Target Nasional
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Edukasi Pasar Modal untuk Mahasiswa Universitas Budi Luhur
PLN Hadirkan Listrik...
PLN Hadirkan Listrik Gratis bagi Masyarakat Kurang Mampu di Siantan
Infografis
Menkes: Orang Gaji Rp15...
Menkes: Orang Gaji Rp15 Juta Pasti Lebih Sehat dan Pintar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved